Kandidat Jual Isu Pengangguran

Ketua DPW PAN Provinsi Banten Masrori (tengah) foto bersama dengan para bakal calon walikota dan wakil walikota Cilegon di kantor DPW PAN Banten, Taktakan, Kota Serang, Sabtu (11/1).

Pemaparan Visi Misi Bakal Calon Walikota di DPW PAN

CILEGON – DPW Partai Amanat Nasional Provinsi Banten menggelar dialog pemaparan visi-misi calon walikota Cilegon di kantor DPW PAN Banten, Taktakan, Kota Serang, Sabtu (11/1). Acara itu diikuti empat bakal calon yang semuanya menyoroti isu pengangguran di Cilegon.

Dimulai dari Awab, dalam pemaparan visi dan misinya, ia mengaku ingin menciptakan perubahan demi mewujudkan masyarakat Cilegon yang sejahtera. Caranya dengan mengentaskan angka pengangguran. “Itu kewajiban walikota untuk merubahnya. Kalau saya terpilih, itu yang akan saya lakukan,” katanya.

Hal yang sama juga diungkapkan Dede Rohana Putra. Ia bahkan berjanji akan menjadikan Kota Cilegon menjadi kota ternyaman dengan dukungan industri dan perdagangan.

“Membangun kota sama dengan membangun rumah. Tidak mungkin membangun rumah tanpa ada uang. Pertama perlu dilakukan peningkatan PAD dan mengoptimalkan belanja untuk kepetingan masyarakat. Maka kepala daerah kedepan harus menggali potensi daerah,” katanya.

Terkait angka pengangguran, Dede pun mengaku punya strategi menguranginya dengan mendorong pertumbuhan industri padat karya. “Dengan mendorong UMKM supaya bisa merekrut masyarakat Kota Cilegon, sehingga tidak ada yang menganggur,” katanya.

Sementara Rt Ati Marliati mengatakan, ada beberapa keinginan yang akan diteruskannya ketika dipercaya memimpin Kota Cilegon. Khusus menangani persoalan pengangguran, Ati mengaku sudah berkoordinasi dengan pemprov untuk mendorong SDM Kota Cilegon agar bisa diterima magang di perusahaan-perusahaan. “Betul untuk BLK (Balai Latihan Kerja) harus ada, ini akan kita dorong,” tegasnya.

Terakhir, bakal calon wakil walikota Iye Iman Rohiman mengatakan, tingginya angka pengangguran di Kota Cilegon harus diakui sebagai salah persoalan yang perlu diselesaikan.

Akan tetapi, perlu diperhatikan juga bahwa tingkat pengangguran Kota Cilegon tak serta merta disebut berbanding terbalik dengan jumlah industri yang ada. Sebab, industri di Kota Cilegon rata-rata berjenis padat modal yang membutuhkan tenaga kerja sedikit dibanding padat karya. “Perusahaan padat modal besar tapi tenaganya terbatas karena tenaganya mesin, beda dengan padat karya,” ujarnya.

Ketua DPW PAN Banten Masrori mengungkapkan, momentum Pilkada Cilegon merupakan cara terpenting dalam mencari calon pemimpin yang memiliki semangat perubahan. “PAN ingin memulai momentum ini dengan cara mempublikasikan ide dan gagasan bakal calon,” ujarnya.

Sementara, Ketua Tim Pilkada DPW PAN Provinsi Banten Haerul Ritonga menjelaskan, ada lima bakal calon yang tidak hadir dalam penyampaian visi misi. Mereka adalah bakal Calon Walikota Cilegon Helldy Agustian, Reno Yanuar, dan Faturohman, serta bakal Calon Wakil Walikota Cilegon Malim Hander Joni, dan  Ahmad Suhandi. (den-bam/ibm)