Kantor Bea Cukai Serahkan KITE IKM ke PT Bintang Satu Production

0
2719
DARI KANAN: Humas Bea Cukai Tangerang Anton Mawardi, Kepala Kantor Bea Cukai Tangerang Guntur Nur Cahyo, kurir Fedex, Pengusaha PT Bintang Satu Production Achmad Hadi, Kabid Fasilitas Kantor Wilayah DJBC Banten Moh Saifuddin, dan Kasi Humas Kantor Wilayah DJBC Banten Rinto Setiawan.

TANGSEL-Pemerintah melalui Kementerian Keuangan memberikan kesempatan kepada Industri Kecil dan Menengah (IKM) untuk mendapatkan fasilitas Kemudahan Impor Tujuan Ekspor (KITE) berupa pembebasan bea masuk atas bahan baku atau bahan penolong dan/atau mesin.

Hal itu tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 110 /PMK.04/2019 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Keuangan Nomor 177/PMK.04/2016 tentang Pembebasan Bea Masuk dan Tidak Dipungut Pajak Pertambahan Nilai atau Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah atas Impor Barang dan/atau Bahan, dan/atau Mesin yang Dilakukan oleh Industri Kecil dan Menengah dengan Tujuan Ekspor.

Sejalan dengan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), PT Bintang Satu Production, salah satu IKM di bawah binaan Kantor Pelayanan dan Pengawasan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean A Tangerang, yang memproduksi barang-barang kerajinan kulit reptil seperti tas, dompet, sabuk dan produk lainnya, telah memenuhi persyaratan untuk mendapatkan fasilitas KITE IKM.

Hal itu tidak terlepas dari upaya pendampingan oleh Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean A (KPPBC TMP A) Tangerang untuk memenuhi persyaratan-persyaratan administrasi yang diperlukan. KPPBC TMP A Tangerang menyerahkan surat keputusan pemberian fasilitas KITE IKM pada Jumat (18/12).

“Kami bersinergi dengan Kanwil Bea Cukai Banten termasuk KPPBC TMP Merak, melakukan pemetaan terhadap industri di wilayah Banten ini khususnya industri kecil dan menengah, bagian-bagian mana yang bisa dilakukan Bea Cukai untuk membantu mereka agar bisa terus berkembang,” ujar Kepala KPPBC TMP A Tangerang Guntur Cahyo Purnomo saat menyaksikan PT Bintang Satu Production mengekspor 100 jenis produk tas jinjing dan produk lainnya ke Denmark, Jumat (18/12).

Sementara Kepala Kantor Wilayah DJBC Banten Mohammad Aflah Farobi menyambut baik pemberian fasilitas KITE IKM sebagai bentuk dukungan Bea Cukai kepada dunia industri untuk mengembangkan usahanya menembus pasaran ekspor.

Saat ini Indonesia memiliki tiga komoditas ekspor utama, yaitu kerajinan, holtikultura, dan perikanan. Peningkatan ekspor akan membuat pertumbuhan ekonomi meningkat. Jika ekspor meningkat, otomatis defisit neraca perdagangan akan turun dan kita bisa mendorong peningkatan penerimaan devisa, pada gilirannya perekonomian berangsur-angsur akan menuju trend yang positif.

“Kanwil Bea Cukai Banten harus tetap fokus mendorong ekspor dengan memberikan fasilitas kepabeanan dan cukai kepada dunia industri tidak terkecuali Industri Kecil dan Menengah. Kanwil Bea Cukai Banten akan terus proaktif mendorong suksesnya Program Pemulihan Ekonomi Nasional.” kata Aflah. (alt)