Kantor DPRD Cilegon Disemprot Disinfektan

0
551 views
Sebagai upaya sterilisasi dari virus petugas melakukan penyemprotan disinfektan di setiap ruangan di Sekretariat DPRD Cilegon, Selasa (15/9).

CILEGON – Seluruh area kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Cilegon disterilisasi menggunakan cairan disinfektan.

Upaya sterilisasi itu dilakukan pada Selasa (15/9) dari pukul 07.30 WIB hingga pukul 09.30 WIB. Seluruh ruangan, meliputi ruang paripurna, ruang pimpinan DPRD, ruang komisi, ruang fraksi,  ruang rapat komisi, serta ruang sekretariat DPRD disemprot cairan pembasmi virus tersebut.

Tak hanya di dalam ruangan, penyemprotan cairan disinfektan yang dilakukan oleh petugas dari Palang Merah Indonesia (PMI) tersebut pun dilakukan di luar area gedung utama, seperti di area musola serta area parkir.

Kasubag Rumah Tangga pada Sekretariat DPRD Kota Cilegon Agustian Hidayat menjelaskan, sterilisasi itu merupakan tahap kedua seiring dengan diberlakukannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

“Tahap pertama kita lakukan saat PSBB pertama itu, jadi sudah kita programkan,” papar Agus di kantor DPRD Kota Cilegon usai penyemprotan.

Ia memastikan jika sterilisasi itu tidak berkaitan dengan satu anggota DPRD Kota Cilegon yang dikabarkan reaktif saat menjalani rapid test pada Senin (14/9) lalu.

Menurutnya penyemprotan itu sebagai bentuk antisipasi Sekretariat DPRD Kota Cilegon dalam mencegah penyebaran Covid-19 di area perkantoran DPRD.

Dijelaskan Agus, sterilisasi itu difasilitasi oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Cilegon serta PMI. Program ini pun seiring dengan program Pemkot Cilegon tentang pencegahan penyebaran Covid-19.

Dijelaskan Agus, untuk mencegah penyebaran Covid-19 di lingkungan DPRD Kota Cilegon,  selain sterilisasi dengan penyemprotan disiinfektan, prtokol kesehatan pun diterapkan.

Misalnya, seluruh pihak yang masuk kantor DPRD harus menggunakan masker dan menggunakan hand sanitizer, serta dicek suhu tubuhnya oleh petugas yang stand by di setiap akses masuk.

Sebelumnya, anggota DPRD Kota Cilegon menjani rapid test, Senin (14/9) lalu. Hasilnya salah satu anggota dikabarkan reaktif.

Rapid test massal kepada anggota legislatif itu dilakukan oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cilegon kemarin,  usai rapat paripurna.

Plt Sekretaris Dinkes Kota Cilegon Lia Nurlia Mahatma menjelaskan, rapid test massal kepada anggota DPRD Kota Cilegon itu merupakan bagian dari program rapid test massal kepada seluruh pegawai di lingkungan Pemkot Cilegon.

Menurutnya, sejauh ini sudah lima Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang telah menjalani rapid test, beberapa diantaranya Sekretariat Daerah (Setda),  Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Dinas Tenaga Kerja (Disnaker), Dinas Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP), dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

“Ada sekira 9 ribu pegawai yang ada di lingkungan Pemkot Cilegon yang akan dirapid test, baik ASN maupun non ASN,” ujarnya.

Rapid test massal akan dilakukan hingga 28 Oktober mendatang. Rapid akan dilakukan hingga ke level kantor kecamatan. (bam/air)