SERANG – Kantor DPRD Kota Serang dilempari pembalut wanita oleh sekelompok mahasiswa yang melakukam unjuk rasa dalam memperingati hari jadi Kota Serang ke 10, Kamis (10/8).

Mahasiswa membuang belasan pembalut wanita yang sudah ditaburi obat luka berwarna merah agar nampak seperti pembalut bekas dipakai perempuan haid.

Dalam aksi yang dilakukan sekira pukul 12:00 WIB, sebelum para mahasiswa masuk ke ruang paripurna, mereka membuang serentak pembalut wanita. Dengan mengayunkan tangan bersamaan, pembalut itu pun melayang mengudara beberapa detik sebelum akhirnya mendarat ke halaman Gedung DPRD Kota Serang.

Eka Nugraha, Pengurus Cabang HMI Serang memaparkan, ide membuang pembalut itu berdasarkan hasil kesepakatan mahasiswa. “Kemudian salah satu peserta (tidak disebutkan namanya-red) memberikan opsi agar ada aksi membuang pembalut. Kemudian kami pertimbangkan dan disepakati bahwa ini bentuk kekecewaan kami terhadap pemerintahan legislatif juga eksekutif selama 10 tahun ini,” terangnya melalu pesan seluler, Kamis (10/8).

Pembalut dengan noda merah serupa darah, kata Eka, sesuatu yang dianggap kotor dan itu pantas disandang oleh pemerintah saat ini, karena kinerjanya belum maksimal dalam menjalankan peran di pemerintahan dan terkesan hanya memperkaya diri dan golongan.

“Pembalut juga bisa kita qiaskan sebagai penahan atas kebocoran APBD Kota Serang saat ini. Kami menduga anggota dewan sudah menampung dana APBD untuk dirinya sendiri, bahkan Pemkot pun demikian,” ucapnya. (Anton Sutompul/antonsutompul1504@gmail.com).