Kantor Imigrasi Kelas II Cilegon Deportasi 21 WNA

0
528 views
Foto: Creative Market

CILEGON – Sejak Januari hingga September tahun ini Kantor Imigrasi Kelas II Cilegon mendeportasi 21 warga negara asing (WNA). WNA dikembalikan ke negara asalnya karena terbukti melakukan pelanggaran.

Berdasarkan data yang dihimpun Radar Banten dari Kantor Imigrasi Kelas II Cilegon, sebanyak 21 WNA yang dipulangkan itu terdiri dari satu warga Nigeria, enam warga Tiongkok, lima warga Malaysia, enam warga India, satu warga Vietnam, dan dua warga Thailand.

Kasi Intelijen dan Penindakan Keimigrasian pada Kantor Imigrasi Kelas II Cilegon Ahmad Zikri menjelaskan, puluhan WNA itu dikembalikan ke negera masing-masing karena selesai menjalani hukuman di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Cilegon.

Contohnya WNA asal Nigeria yang bernama Uchenna Augustin Udoji. Ia dideportasi pada Januari lalu usai menjalani hukuman di Lapas Cilegon. Menurut Zikri, berdasarkan keterangan yang diperoleh dari Lapas, pria berusia 35 tahun itu merupakan mantan narapidana kasus narkoba. Awalnya, WNA yang telah fasih berbahasa Indonesia itu menjalani hukuman di Lapas Tangerang. Namun, karena sejumlah alasan, ia dilimpahkan ke Lapas Kota Cilegon.

Sebelum dipulangkan ke negaranya, Uchenna menjalani hukuman selama delapan tahun baik di Lapas Tangerang dan Lapas Cilegon. Kemudian, alasan lain adalah karena WNA tersebut terbukti telah melakukan pelanggaran berupa penyalahgunaan izin tinggal. “Penindakan itu kita lakukan dari awal-awal tahun,” ujar Zikri, Kamis (5/9).

Dijelaskan Zikri, Kantor Imigrasi Kelas II Cilegon secara rutin melakukan pengawasan terhadap WNA. Bentuk pengawasan dilakukan baik secara internal maupun dengan cara berkolaborasi dengan Pemkot Cilegon. “Pengawasan tidak hanya dilakukan saat terjadinya kasus atau informasi adanya WNA yang mencurigakan, melainkan juga dengan pemeriksaan dokumen secara rutin di setiap perusahaan tempat WNA itu bekerja,” jelasnya.

Dibandingkan tahun lalu, jumlah WNA yang dideportasi mengalami peningkatan. Pada 2018,  Kantor Imigrasi mendeportasi sepuluh WNA. Mereka terbukti melakukan pelanggaran administratif misalnya izin tinggal telah kadaluwarsa, kemudian keberadaannya tidak sesuai dengan perizinan.

Dari sepuluh WNA itu empat orang berasal dari Korea Selatan, dua warga Tiongkok, dua warga Filipina, serta masing-masing satu orang warga Rumania dan Malaysia.

Terpisah, Kabid Pemeliharaan Ketahanan Ekonomi Sosial Budaya Fasilitasi Kerukunan Umat Beragama dan Organisasi Kemasyarakatan pada Kesbangpol Cilegon Lucky Permana menjelaskan, dalam mengawasi WNA di Kota Cilegon, Pemkot Cilegon telah membentuk tim gabungan yang terdiri dari Kesbangpol Kota Cilegon, Disperindag Kota Cilegon, Satpol PP Kota Cilegon, Kantor Imigrasi Kelas II Cilegon, Polres Cilegon, dan TNI.

Menurutnya, upaya pengawasan dilakukan secara rutin, salah satunya dengan mendatangi perusahaan-perusahaan yang berpotensi memperkerjakan tenaga kerja asing (TKA). “Pengawasan rutin dilakukan setiap dua bulan sekali,” ujarnya.

Seperti diketahui, pada Selasa (3/9) lalu, Kesbangpol berasama tim gabungan melakukan pengawasan dengan mendatangi PT Krakatau Posco Maintenance Service (KPMS). Di sana, tim gabungan memeriksa keberadaan 51 TKA asal Korea.

Hasilnya, puluhan TKA itu telah terbukti melakukan pelanggaran, dari izin tinggal dan izin memperkerjakan tenaga kerja asing (IMTA) yang telah kadaluwarsa, dan tempat bekerja tidak sesuai dengan yang tertera dalam dokumen. (bam/ibm/ags)