Kapal-kapal Tua Diyakini Siap Hadapi Arus Mudik

Kapal Sudah Lalui Uji Kelaikan

0
167

PULOMERAK – Keberadaan kapal motor penumpang (KMP) yang melayani rute Merak-Bakauheni didominasi kapal berusia tua alias uzur. Mayoritas kapal jenis roll on roll off (RORO) ini berusia di atas 30 tahun, bahkan beberapa di antaranya lebih dari 40 tahun. Kondisi itu perlu pengawasan khusus terutama menjelang arus mudik Lebaran Idul Fitri tahun ini.

Balai Pengelolaan Transportasi Darat (BPTD) Wilayah Kerja VIII Banten memastikan kapal yang akan beroperasi saat arus mudik dan balik Idul Fitri dalam keadaan baik dan memenuhi standar pelayanan minimal (SPM). Meski begitu, memang banyak dari kapal itu sudah berusia tua. “Usia lebih dari sepuluh tahun hingga 30 tahun sebanyak 30 kapal, usia lebih dari 30 tahun sampai 40 tahun sebanyak 21 kapal, sedangkan usia di atas 40 tahun sebanyak empat kapal,” ujar Kepala BPTD Wilayah Kerja VIII Banten Jonny Siagian di ruang kerjanya, Jumat (18/5).

Dijelaskannya, untuk melayani pemudik yang akan menyeberang dari Pelabuhan Merak menuju Pelabuhan Bakauheni, Lampung, BPTD Wilayah Banten menyiapkan 63 kapal, baik milik badan usaha milik negara (BUMN) dalam hal ini PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Merak maupun milik 24 perusahaan swasta.

Menurutnya, jumlah kapal yang berada di Pelabuhan Merak sebanyak 69 unit. Namun, baru 63 kapal yang dinyatakan siap operasi saat angkutan Lebaran. Sementara, enam kapal lainnya belum siap. “Dari enam kapal yang belum siap, tiga di antaranya karena kondisi kapal rusak dan sedang dalam perawatan, sedangkan tiga lainnya karena perusahaan pemilik kapal belum memberikan konfirmasi kesiapan,” paparnya.

Jonny menjelaskan, dari seluruh kapal yang ada di Pelabuhan Merak, hanya 14 kapal yang usianya di bawah sepuluh tahun, sedangkan lainnya di atas sepuluh tahun hingga 40 tahun.

Menurutnya, meski sebagian besar kapal-kapal itu berusia di atas sepuluh tahun, masih bisa digunakan untuk beroperasi saat arus mudik karena telah melalui uji kelaikan dan monitoring.

Jonny menuturkan, BPTD Wilayah VIII Provinsi Banten bersama dengan BPTD Wilayah VI Lampung dan Bengkulu telah melaksanakan monitoring pemenuhan SPM penumpang di atas kapal sejak bulan Januari.

Setiap kapal dilakukan monitoring setiap tiga bulan sekali agar setiap kapal memenuhi dan selalu menjaga standar yang telah ditetapkan demi kenyamanan, keamanan, dan keselamatan para pengguna jasa. “Terus Dirjen Perhubungan Laut pun sudah melakukan ramp check kapal pada 11 Mei kemarin,” katanya.

Pengecekan dilakukan terhadap fasilitas kapal seperti pendingin ruangan, kebersihan kapal, kebersihan toilet, serta sejumlah fasilitas lainnya. Pengecekan pun dilakukan terhadap sistem keamanan kapal seperti ketersediaan life jacket, sekoci, dan sistem pemadam api.

Untuk life jacket, menurutnya, disesuaikan dengan kapasitas jumlah penumpang ditambah 25 persen dari kapasitas. Untuk sekoci dan inflatable liferaft, jumlah disesuaikan dengan daya tampung dan kapasitas kapal. “Inflatable liferaft itu yang kalau di kapal kelihatan tuh panjang, kalau dijatuhkan ke air menjadi perahu karet,” katanya.

Jonny menuturkan, untuk mewujudkan arus mudik yang lancar, nyaman, dan aman maka perlu peran serta masyarakat pemudik. Masyarakat diharapkan untuk lebih hati-hati saat melakukan perjalanan mudik baik sebelum, sedang, dan sesudah dari kapal.

Para pemudik pun diharapkan untuk melakukan perjalanan di siang hari. “Tahun-tahun sebelumnya, biasanya numpuk di malam hari,” katanya.

Sementara itu, Ketua DPC Gabungan Pengusaha Sungai Danau dan Penyeberangan (Gapasdap) Merak Togar Napitupulu menuturkan, menurutnya, usia kapal tidak menjadi masalah karena setiap tahun para pengusaha kapal melakukan perawatan secara rutin.

Dengan adanya perawatan rutin itu, menurutnya, sulit untuk menetapkan mana kapal tua mana kapal muda. “Karena setiap persen dirombak menjadi perubahan. Setiap tahun baik ketebalan pelat, mesinnya dilakukan pemeriksaan oleh pemerintah,” ujar Togar saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon.

Menurutnya, dalam perawatan pun dilakukan pengecekan terhadap seluruh komponen kapal termasuk sistem keselamatan. “Kami pastikan kapal siap untuk operasi nanti,” ujarnya. (Bayu M/RBG)