Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Budi Setyadi memberikan keterangan kepada wartawan usai meresmikan KMP Neomi di Dermaga IV Pelabuhan Merak, Senin (7/1).

CILEGON – Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Budi Setyadi meresmikan KMP Neomi di Dermaga IV Pelabuhan Merak, Senin (7/1). Kapal ferry terbaru itu beroperasi di jalur penyeberangan Pelabuhan Merak-Bakauheni, Lampung.

Setelah peresmian, Budi ikut uji coba pelayaran KMP Neomi yang didampingi General Manager PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Merak Fahmi Alweni.

Budi menuturkan, kapal milik PT Munic Line itu merupakan kapal berukuran besar di atas 5.000 GT. Kapal yang baru didatangkan dari China itu merupakan salah satu tindak lanjut dari Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor 88 Tahun 2014 tentang Pengaturan Ukuran Kapal Penyeberangan di lintas Merak-Bakauheni.

Dengan adanya peraturan itu, kapal di bawah 5.000 GT tidak boleh beroperasi di jalur Pelabuhan Merak-Bakauheni.

“Peraturan ini awalnya akan diefektifkan berlaku pada Januari, tapi karena khawatir berdampak pada penyeberangan libur Natal dan Tahun Baru, kita undurkan,” ujar Budi, Senin (7/1).

Menurut Budi, kemungkinan peraturan itu akan efektif berlaku pada Februari mendatang. Hal itu mengingat Kemenhub akan melakukan pertemuan terlebih dahulu dengan DPR RI. “Bagi operator yang memiliki kapal di bawah 5.000 GT bisa mengoperasikan di jalur lain. Ada 13 jalur yang sudah disiapkan,” ujarnya. (Bayu Mulyana)