Kapal Roro Terbakar di Selat Sunda, 20 ABK Berhasil Dievakuasi

0
892 views
TERBAKAR: Kapal Caitlyn terbakar saat menjalani perawatan di sekitar Pulau Merak Kecil, Selasa (21/2) malam.

PULOMERAK – Kecelakaan laut kembali terjadi di Perairan Selat Sunda, Selasa (21/2) sekira pukul 22.15 WIB. Kapal roll on-roll off (roro) Caitlyn terbakar saat sedang dalam perawatan (anchoring) di sekitar Pulau Merak Kecil.

Informasinya, sekira 22.00 WIB kapal Caitlyn melakukan perawatan setelah berlayar dari Pelabuhan Bakauheni. Pada sekira 22.15 WIB muncul api dari lambung sebelah kanan kapal dan langsung menjalar membakar sekoci-sekoci yang ada di dalam kapal. Tak hanya itu, bagian kantin kapal di lantai tiga juga ludes.

Kepala Bagian Binops Nal Polisi Air Polda Banten AKBP Noman Trisapto Narpati mengatakan, pihaknya mendapat laporan kapal tersebut terbakar sekira pukul 22.30 WIB. Ia dan beberapa petugas langsung menuju lokasi untuk melakukan pengecekan dan pendalaman penyebab kapal itu terbakar. “Saat kami ke lokasi, kami temui kapal terbakar di bagian lambung sebelah kanan,” ungkapnya.

Diungkapkan Noman, saat proses pemadaman, sekira 20 anak buah kapal (ABK) dievakuasi oleh kapal mooring PT Timas dan Kesatuan Penjaga Laut dan Pantai (KPLP) Banten. “Mereka langsung dibawa ke kantor PT Munic Line yang merupakan manajemen kapal Caitlyn,” katanya.

Noman mengatakan, dugaan sementara api yang membakar kapal Caitlyn berasal dari korsleting. Namun, ia mengaku masih akan terus menyelidiki penyebab pastinya. “Kami akan menyelidikinya lagi apakah betul karena korsleting atau karena hal lain” ujarnya.

Kepala Bidang Keselamatan Berlayar Penjagaan dan Patroli pada Kantor Syahbandar Otoritas Pelabuhan (KSOP) Diaz Saputra mengatakan, kebakaran terjadi di dek lantai tiga dari bagian belakang hingga ke tengah.

Kata dia, menurut pengakuan ABK, api awalnya tidak begitu besar. Lantaran menyambar kursi dan atap yang terbuat dari fiber, api pun semakin membesar. “Barang-barang yang terbakar banyak terbuat dari fiber makanya api cepat membesar,” katanya.

Diungkapkan Diaz, saat melakuan pengecekan dek bawah dan dek lantai dua tidak ditemui masalah. Meski begitu, ia mendapat informasi dari awak kapal bahwa saat itu beberapa ABK sedang memancing. “Penyebab pastinya masih dilakukan pendalaman,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Cabang PT Munic Line Sudarsono Ramaya mengatakan, sebelum terbakar kapal Caitlyn sedang dalam keadaan off dan baru dua hari ke depan bakal beroperasi kembali.

Saat kejadian, lanjut Sudarsono, awak kapal yang ada di atas kapal sebagian sedang menonton televisi di ruang ekonomi, sebagian lagi berjaga di anjungan kapal. “Dugaan sementara, api berasal dari korsleting di bagian dapur,” katanya.

Diungkapkan Sudarsono, beberapa fasilitas kapalnya berupa satu baris kursi ruang ekonomi, sofa, dan bagian dapur ludes. Hingga kemarin, ia mengaku belum bisa memperhitungkan kerugian akibat insiden itu. “Sekarang kami masih memeriksa api berasal dari mana dan penyebabnya apa,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Sudarsono mengaku, bakal memberikan sanksi jika mengetahui kecelakaan itu terjadi akibat human error. “Kami akan memberi sanksi jika terbukti kejadian ini karena kecerobohan. Karena kami menerapkan sistem manajemen mutu dan keselamatan, nanti akan jelas siapa yang salah dan hukuman yang akan diberikan apa,” pungkasnya. (Hairul Alwan/Radar Banten)