Haujah, warga Kelurahan Mekarsari, Kecamatan Pulomerak, Kota Cilegon.

CILEGON – Haujah tidak perlu menunggu punya uang untuk ke Puskesmas Pulomerak. Saat merasakan sakit, warga Kelurahan Mekarsari, Kecamatan Pulomerak, Kota Cilegon, itu bisa langsung ke puskesmas untuk mendapatkan pelayanan medis.

Wanita kelahiran tahun 1969 itu merasakan manfaat Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) BPJS Kesehatan.
Sebelum terdaftar sebagai peserta JKN-KIS BPJS Kesehatan, saat sakit harus mencari uang dulu dengan berjualan nasi uduk atau dengan cara lain. Haujah kerap merasakan sakit di bagian kaki dan pinggang. Bahkan saat sakit, salat pun sambil duduk karena kaki tak kuat menopang tubuh.

Setelah merasa memiliki uang cukup, ia baru berani ke puskesmas untuk mengosultasikan kondisi kesehatan sekaligus berobat.
“Biasanya, kalau hari ini sakit, saya besoknya seharian kerja dulu, cari uang. Besoknya lagi baru ke puskesmas,” ujar Haujah saat ditemui usai berobat di Puskesmas Pulomerak, Kamis (15/8) lalu.

Untuk mendapatkan uang, Haujah harus bangun dini hari. Sebagai penjual nasi uduk, sebelum fajar menyingsing harus sudah bangun untuk memasak nasi uduk serta aneka lauk pauk.

Usai memasak dan membereskan rumah serta keperluan rumah tangga lainnya, Haujah menjajakan dagangannya tepat di depan rumah.

Saat sehat, Haujah tidak mengeluh. Namun saat sakit, beban yang dirasakan berkali-kali lipat. Namun apa daya hal itu tak bisa dihindari. Ia harus tetap bekerja demi mendapatkan rupiah. Juga agar bisa berobat.
“Sekarang gak usah jualan dulu. Uangnya yang didapet itu sekarang untuk yang lain,” cerita Haujah sambil tersenyum.

Tanpa harus melontarkan kata senang, ekspresi wajah serta senyum di bibirnya sudah cukup menjelaskan jika Haujah merasa senang dan bersyukur ikut program JKN-KIS yang diselenggarakan BPJS Kesehatan.
Ia bercerita, belum lama ini, suaminya, Masja, harus menjalani operasi akibat hernia. Ia senang suaminya bisa mendapatkan pelayanan medis tingkat lanjut. Yang lebih membuatnya senang, tidak harus mengeluarkan biaya. Cukup menunjukkan kartu BPJS Kesehatan.

Kepala Tata Usaha Puskesmas Pulomerak Marlinyen MY menuturkan, dalam melayani pasien, Puskesmas Pulomerak tidak membeda-bedakan antara peserta JKN-KIS atau bukan. “Kami tidak pernah membeda-bedakan, selalu mengutamakan pelayanan. Apalagi lokasi puskesmas kami ialah di jalur lintas nasional,” papar Marlinyen.

Di Puskesmas Pulomerak, setidaknya ada 200 peserta JKN-KIS per hari yang datang untuk mendapatkan pelayanan medis. Rata-rata penyakit yang diderita masyarakat adalah infeksi saluran pernapasan (ISPA), pencernaan, dan kulit.

Dalam melayani masyarakat, Puskesmas Pulomerak telah menyiapkan sejumlah program dari ibu hamil hingga manula. “Artinya dari belum lahir, melahirkan, hingga sudah manula, semua programnya ada,” paparnya. (*/bayu)