Ahmad Dofiri

SERANG – Kapolda Banten Brigjen Pol Ahmad Dofiri menanggapi razia rumah makan yang dilakukan Satpol PP Kota Serang. Katanya, menertibkan para pedagang boleh dilakukan karena itu merupakan kewenangan Satpol PP.

Namun menurutnya, penertiban atau razia yang dilakukan harus sesuai dengan standard operating procedure atau SOP. Kapolda pun mengingatkan agar siapapun yang melakukan kegiatan, khususnya Satpol PP, agar dilakukan dengan melihat situasi dan kondisi. “Siapapun yang berwenang boleh lakukan tindakan tegas asal tidak menimbulkan kontra produktif,” imbaunya di Mapolda, Senin (13/6).

Ia menegaskan, jika memang petugas Satpol PP Kota Serang tidak sesuai SOP dalam melakukan tugas, tentunya harus mendapatkan teguran dari pimpinannya. “Itu kan bisa dilihat dari SOP-nya, apakah sudah sesuai atau belum, jadi nanti kalau belum (sesuai SOP), ya bisa ditegur,” ungkap Kapolda.

Kapolda menambahkan, tindakan Satpol PP bukan merupakan aksi sweeping karena sweeping merupakan tindakan yang dilakukan oleh perorangan, atau ormas tanpa memiliki dasar hukum. “Jelas itu bukan sweeping dan Satpol PP boleh melakukannya sepanjang itu sesuai dengan SOP,” kata Kapolda. (Wirda)