Kapolda Banten: Saya Jadi Santri 

0
1380

SERANG – Kapolda Banten Irjen Pol Rudy Heryanto melakukan silaturahmi dengan Ulama dan Umaro di Masjid Ats-Atsauroh Kota Serang, Jumat (19/2). Kedatangan Kapolda disambut Walikota Serang, Ketua dan Pengurus DKM Ats-Atsauroh, Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan tamu undangan lainnya. 

Mantan Kadivkum Mabes Polri dalam sambutannya mengaku memiliki 12 program yang terangkum dalam Pendekar Banten Merajut Keberagaman, Merawat Kebhinnekaan. “Program yang kami canangkan sesuai dengan kondisi Banten. Kami melihat Banten merupakan daerah memiliki unsur religi dan toleran,” katanya. 

Dari 12 program yang dicanangkan diantaranya, Ngaji Bareng Kapolda, Saba Pesantren, Solat Subuh Berjamaah, dan Polisi Sayang Anak Yatim. “Ngaji Bareng Kapolda nanti saya keliling mengikuti pengajian di pesantren dan pemerintahan. Saya ingin menambah ilmu agama. Saya akan menjadi santrinya dalam pengajian,” terangnya. 

Kemudian, Saba Pesantren dilakukan untuk memuliakan pesantren. Banten dengan jumlah pondok pesantren ribuan tentu tidak semuanya memiliki fasilitas yang sama. “Kalau ada pesantren yang cat nya sudah buram maka kami meminta petugas bisa membantu,” katanya. 

Selanjutnya, Solat Subuh berjamaah. Dimana, Kapolda akan memanfaatkan waktu subuh untuk menemui para sesepuh. Karena dalam menjalankan tugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat sesepuh sebagai tempat bertanya. “Alhamdulillah ini mendapat dukungan dari sesepuh,” katanya. 

“Kalau program Polisi Sayang Anak Yatim, kita menauladani Rasulullah. Kita berkewajiban menjaga agar tidak ada anak yatim di Banten ini. Dengan mengunjungi dan mengusap kepalanya tentu mereka akan berbahagia,” katanya. 

Walikota Serang Syafrudin dalam sambutannya mengatakan, dirinya mendapatkan informasi terkait rajinnya Kapolda Banten baru bersilaturrahmi ke Ulama dan Kyai. “Beliau ini baru sebulan lebih bertugas. Tapi, rajin berkeliling silaturrahmi,” katanya. 

“Ini bentuk perhatian, bahwa TNI Polri merakyat. Bisa mengayomi dan melindungi,” tambah Syafrudin. (Fauzan Dardiri)