Kapolda Banten: Tekanan Wartawan Lebih Tinggi dari Polisi

Ahmad Dofiri

SERANG – Kepala Kepolisian Daerah (Polda) Banten, Brigjen Pol Ahmad Dofiri mengungkapkan, tingkat tekanan profesi wartawan lebih tinggi dibandingkan polisi. Hal tersebut diungkapkan Dofiri dalam acara halal bihalal Polda Banten bersama jurnalis di Provinsi Banten di Aula Mapolda Banten, Selasa (26/7).

“Tingkat stres wartawan lebih tinggi dari polisi, polisi hanya sesekali waktu saja mendapatkan tekanan-tekanan dari pekerjaan, misalnya, ada tahanan kabur, atau bencana alam seperti di Carita dan Anyer, itu kan tidak tiap hari, sedangkan wartawan setiap hari mendapatkan tekanan dari pimpinan redaksinya untuk mendapatkan berita,” papar Dofiri.

Dofiri menilai tekanan pekerjaan wartawan lebih tinggi setelah dirinya melakukan kunjungan langsung ke beberapa kantor media di Provinsi Banten. “Pagi sampai sore keliling cari berita, nanti sore kumpul di kantor, nulis sampai malam, jam 10 bahkan lebih, dan itu dilakukan setiap hari, saya belum tentu kuat jadi wartawan,” ujarnya.

Terkait fungsi dan peran wartawan bersama medianya masing-masing, menurut Dofiri, dengan era media elektronik dan digital seperti sekarang ini, masyarakat sangat mudah mendapatkan informasi. Bahkan sebelum informasi tersebut diterima oleh pihak berwenang. “Dulu susah, media saja terbatas, sekarang, sebelum saya terima laporan kejadian, masyarakat sudah tahu lewat media,” tambahnya.

Dengan itu, menurut Dofiri, sinergitas antara media dan kepolisian perlu dijaga agar bersama-sama membuat Provinsi Banten lebih kondusif, aman, dan tentram. Melalui peran masing-masing, dengan kerjasama dan sinergitas yang baik, Dofiri yakin media dan kepolisian bisa mewujudkan hal tersebut. (Bayu)