Kapolda: Bubarkan Kerumunan Massa

0
656 views
Kapolda Banten Irjen Pol Fiandar (tiga kiri) bersama Danrem 064/MY Brigjen TNI Gumuruh Winardjatmiko (tiga kanan), Ketua KPU Banten Wahyul Furqon (dua kiri) dan Ketua Bawaslu Banten Didih M Sudi (kiri) melakukan simulasi penerapan protokol kesehatan dengan cara pakai masker, cuci tangan dan jaga jarak, di KPU Provinsi Banten, Kota Serang, Kamis (10/9).

Termasuk saat Kampanye Pilkada

SERANG – Kapolda Banten Irjen Pol Fiandar mengimbau semua bakal calon dan tim suksesnya untuk mematuhi protokol kesehatan dalam setiap tahapan Pilkada 2020, termasuk saat melakukan kampanye.

Bila terjadi kerumunan massa, Fiandar mengaku tidak akan segan-segan melakukan pembubaran paksa.

“Misalnya kampanye menampilkan orkes melayu yang mengundang masyarakat, itu pasti akan kita larang. Karena itu sudah jelas melanggar protokol kesehatan, itu pasti dibubarkan petugas kepolisian,” kata Fiandar kepada wartawan usai melakukan kampanye penggunaan masker dan jaga jarak di kantor KPU Banten, Jalan Syekh Nawawi Al Bantani, Kota Serang, Kamis (10/9).

Hadir dalam kegiatan tersebut, Ketua KPU Banten Wahyul Furqon, Ketua Bawaslu Banten Didih M Sudi, Danrem 064/Maulana Yusuf Brigjen TNI Gumuruh Winardjatmiko serta perwakilan tokoh masyarakat Banten.

Fiandar melanjutkan, semua kontestan Pilkada Serentak 2020 wajib mematuhi protokol kesehatan, dan peraturan KPU agar pilkada berjalan dengan tertib, aman, sehat dan selamat. “Saya mengimbau kepada para calon kepala daerah/wakil kepala daerah untuk kasih contoh dalam mempedomani protokol kesehatan,” imbaunya.

Lebih lanjut dikatakan Fiandar, Provinsi Banten saat ini memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di delapan kabupaten/kota sesuai Keputusan Gubernur Banten Nomor 443/2020. Selain itu juga ada Pergub 38/2020 tentang Peningkatan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Dalam Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 di Provinsi Banten.

“Secara umum, siapapun yang keluar rumah harus menggunakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak dan menghindari kerumunan. Bagi yang melanggar ada sanksinya,” ungkapnya.

Terkait PSBB di tengah pilkada, Fiandar memastikan kepolisian dan TNI akan melakukan pengawasan ketat terhadap masyarakat mematuhi protokol kesehatan. Terlebih bupati/walikota juga mulai menerapkan aturan terkait PSBB di wilayahnya masing-masing.

“Kami membantu filterisasi dan pemeriksaan warga agar tetap menggunakan masker termasuk tidak berkerumun. Tapi sejauh ini selain wilayah Tangerang Raya, baru Kota Serang yang menerapkan PSBB hari ini (kemarin),” tegasnya.

Ia berharap, warga sadar tentang pentingnya protokol kesehatan dalam mencegah penyebaran Covid-19 di Provinsi Banten. “Negara ingin menghindarkan warganya dari Covid-19. Jadi para kontestan pilkada juga tokoh masyarakat perlu juga memberikan contoh dan ikut menyosialisasikan wajib masker dan jaga jarak. Polda Banten sendiri menyiapkan 260 ribu masker untuk dibagikan kepada masyarakat,” pungkas Fiandar.

Sementara itu, Ketua KPU Banten Wahyul Furqon mengapresiasi dukungan penuh dari Polda Banten dan Korem 064/Maulana Yusuf terkait penerapan protokol kesehatan dalam setiap tahapan Pilkada 2020.

“Pada 9 Desember nanti, Pilkada 2020 akan digelar di empat kabupaten/kota di Banten. Bila semua pihak mematuhi protokol kesehatan, kami optimistis pesta demokrasi ini berjalan aman, sehat dan selamat. Pemilihan ini bukan hanya milik kami penyelenggara pilkada, tapi milik peserta dan pemilih,” katanya.

Ia melanjutkan, saat pemilihan nanti, pihaknya juga akan menerapkan protokol kesehatan di semua tempat pemungutan suara (TPS).

“Aturannya sudah jelas yakni PKPU 6/2020 tentang Pilkada di tengah pandemi Covid-19. Kami juga menyiapkan masker untuk pemilih yang tidak mematuhi protokol kesehatan. Ya tidak mungkin ada orang yang mau nyoblos kami suruh pulang. Bisa-bisa enggak balik lagi ke TPS. Tapi kami imbau semua warga mematuhi aturan,” tegasnya.

Terkait tahapan pilkada, Wahyul menyebut saat ini masih tahap pemeriksaan kesehatan para bakal calon. “Selanjutnya tahapan penetapan calon pada 23 September, dan kampanye pada 26 September hingga 5 Desember mendatang,” jelasnya.

Senada dengan Wahyul, Ketua Bawaslu Banten, Didih M Sudi menambahkan, penegakkan hukum protokol kesehatan sudah jelas aturannya. Terlebih saat ini Banten menerapkan PSBB di daerah yang akan menggelar pilkada maupun yang tidak pilkada.

“Memang yang paling rentan terjadinya pelanggaran protokol kesehatan pada saat tahapan kampanye. Sebab saat pendaftaran saja, terjadi pelanggaran,” ujarnya.

Agar pilkada berjalan aman dan sehat, Didih mengajak semua pihak patuh pada aturan yang berlaku.

“Peserta pilkada tidak perlu membuat pengerahan massa saat kampanye, sebab itu membahayakan keselamatan banyak orang,” jelasnya.

Ia menyarankan agar bakal calon dan tim sukses untuk merancang  kampanye yang sehat, sebab kampanye rapat umum juga dibatasi jumlah pesertanya. “Silakan dirancang kampanye door to door dan jangan lupa memanfaatkan secara optimal media massa dan elektronik, termasuk media sosial,” tutur Didih.

46 KASUS BARU

Sementara itu, Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Banten, dr Ati Pramudji Hastuti mengatakan, penyebaran Covid-19 di Provinsi Banten masih menunjukkan peningkatan. Padahal Gubernur Banten telah mengeluarkan Pergub 38/2020 tentang Penegakkan Hukum Protokol Kesehatan dan Kepgub 443/2020 tentang Penetapan PSBB di Provinsi Banten.

“Hingga hari ini (kemarin), jumlah warga  Banten yang terpapar covid-19 mencapai 3.261 orang. Ada penambahan 46 kasus baru dibandingkan hari sebelumnya,” kata Ati kepada Radar Banten, Kamis (10/9).

Ati yang juga menjabat Kepala Dinkes Banten ini merinci, 46 kasus baru itu tersebar di enam kabupaten/kota, dengan kasus baru terbanyak di Kota Cilegon sebanyak 15 orang, Kota Tangerang 15 orang, Kota Tangsel tujuh orang, Kabupaten Serang lima orang, Kota Serang tiga orang dan Kabupaten Pandeglang satu orang.

“Hanya Lebak dan Kabupaten Tangerang yang tidak ada kasus baru hari ini (kemarin-red),” urainya.

Berdasarkan data Dinkes Banten, dari 3.261 orang warga Banten yang positif Covid-19, sebanyak 2.391 orang sudah sembuh, sementara 722 orang masih dirawat. Sedangkan 148 orang meninggal dunia.

Untuk mencegah penyebaran covid-19, Ati meminta semua pihak untuk patuh terhadap protokol kesehatan.

“Sesuai Pergub 38/2020, empat hal yang harus dilakukan warga saat berada di tempat keramaian, yakni menggunakan masker, menjaga jarak, mencuci tangan dan menerapkan pola hidup bersih dan sehat,” pungkasnya. (den/air)