Kapolres Cilegon AKBP Anwar Sunarjo

CILEGON – Kasus yang ditangani Mapolres Cilegon pada tahun 2015 mengalami penurunan dari tahun sebelumnya. Pada tahun 2014 lalu, sebanyak 905 kasus perkara dan mengalami penurunan menjadi 857 kasus perkara pada tahun 2015.

Kapolres Cilegon AKBP Anwar Sunarjo mengatakan, kendati mengalami penurunan sekira lima persen, pihaknya merasa masih belum puas atas capaian tersebut. “Kita masih belum puas, kita akan lakukan inovasi dan meningkatkan peran intelijen, patroli maupun babinkamtibmas. Kita juga perlu melibatkan peran serta masyarakat di tiap perumahan untuk pengamanan lingkungan. Karena tidak mungkin juga, seluruh personel turun dan menyentuh seluruh lingkungan,” katanya.

Keterlibatan masyarakat, kata dia, sangat diharapkan mengingat minimnya jumlah personel Polres Cilegon yang harus menjangkau 8 kecamatan di Kota Cilegon dan 5 kecamatan yang masuk wilayah Kabupaten Serang. “Saat ini kita memiliki 860 personel, itu masih tergolong kurang. Idealnya kita memiliki 1.500 personel. Karena saat ini untuk pengamanan itu masih 1 personel polisi berbanding 800 warga, yang seharusnya 1 peronel berbanding 300 warga,” katanya.

Diberitakan sebelumnya, kasus pencurian dengan pemberatan serta curanmor masih mendominasi pada tahun 2015 lalu. Kasus curanmor roda dua (R2) yang pada tahun 2014 tercatat sebanyak 149 kasus meningkat menjadi 212 pada tahun 2015. “Berdasarkan catatan kami, peningkatan kasus curanmor ini turut dipicu lantaran bebasnya sejumlah narapidana dari tahanan kasus yang sama. Dan itu diketahui setelah kami lakukan penangkapan, dan umumnya (curanmor) dilakukan oleh wajah-wajah lama,” ungkap Kasatresrim Polres Cilegon AKP Bayu Febrianto.

Berbeda dengan R2, kasus curanmor roda empat (R4) sebaliknya justru mengalami penurunan. Semula terdapat 23 kasus pada tahun 2014, menurun menjadi 14 kasus pada tahun 2015. (Devi Krisna)