Kapolres Cilegon: PT Ghazya Tak Berpengalaman Urus Jemaah Umroh!

Kapolres Cilegon
Kapolres Cilegon, AKBP Anwar Sunarjo. (Foto: Devi Krisna)

CILEGON – Kapolres Cilegon AKBP Anwar Sunarjo mengatakan, PT Ghazya Indonesia adalah badan usaha travel dan umroh yang legal. Kepastian itu diketahui setelah adanya bukti dokumen-dokumen yang dikantongi perusahaan dalam penggeledahan yang dilakukan oleh Satreskrim Polres Cilegon di kantor PT Ghazya Indonesia, di kawasan perumahan Pondok Cilegon Indah (PCI), belum lama ini.

“Badan usahanya ada, mereka punya (dokumen usaha),” ujarnya kepada Radar Banten Online, Senin (25/1/2016).

Diberitakan sebelumnya, Direktur Utama PT Ghazya Indonesia, Novi Budipurwanti (24) dijemput paksa polisi dari kediamannya pada Kamis (21/1/2016) malam lalu, menyusul adanya pengaduan dari ratusan calon jemaah umroh yang menduganya telah melakukan penipuan dan penggelapan.

Baca juga: Ini Alasan Polres Tak Tetapkan Dirut Travel Umroh Sebagai Tersangka

Calon jemaah umroh kesal lantaran hingga batas waktu yang ditentukan, yakni pada 26 Desember tahun lalu rencana keberangkatan mereka ke tanah suci terus ditunda dengan berbagai alasan yang diutarakan manajemen PT Ghazya Indonesia.

Lebih jauh, Kapolres enggan berspekulasi terhadap penundaan tersebut. Namun ia menegaskan, PT Ghazya Indonesia selama ini belum berpengalaman dalam memberangkatkan jemaah umroh.

“Cuma selama ini, mereka (PT Ghazya Indonesia) belum pernah memberangkatkan, jadi terhitung baru,” katanya.

Dengan status sebagai terlapor, Novi Budipurwanti menjalani pemeriksaan intensif hampir 24 jam di Unit III Satreskrim Polres Cilegon sebelum akhirnya dilepaskan polisi lantaran adanya perjanjian antara perwakilan jemaah umroh dengan menajemen perusahaan. (Devi Krisna)