Kapolri Instruksikan Tembak di Tempat bagi Begal

Kapolri Jenderal Tito Karnavian bersama Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani didampingi Kapolda Banten Brigjen Pol Listyo Sigit Prabowo (kiri) saat menuju helikopter di Pelabuhan Indah Kiat seusai mengunjungi Terminal Terpadu Merak dan Pelabuhan Merak, Kota Cilegon, Senin (11/6).

MERAK – Untuk memberikan rasa aman dan nyaman, Polri akan menindak tegas para penjahat. Salah satunya, instruksi tembak di tempat bagi begal yang membahayakan jiwa pemudik.

Instruksi itu disampaikan langsung Kapolri Jenderal Tito Karnavian saat jumpa pers di Terminal Terpadu Merak (TTM), Kota Cilegon, Senin (11/6). Kapolri menginstruksikan kepada Kapolda di daerah rawan kejahatan untuk menindak tegas para pelaku kejahatan itu.

Menurut Tito, sebagai aparat penegak hukum, kepolisian harus bisa memberikan rasa aman kepada pemudik. Tito menginstruksikan secara tegas kepada aparat di daerah untuk tidak segan menembak pelaku begal di tempat. “Tembakin-tembakin saja, sudah saya perintahkan,” ujar Tito saat memberikan keterangan pers di Posko Terpadu Mudik TTM, Kota Cilegon, Senin (11/6).

Menurut Kapolri, keamanan menjadi salah satu alasan pemudik yang menuju Pulau Sumatera melakukan perjalanan pada malam hari. “Mereka kejar sampai pagi di Bakauheni, Lampung, lalu melanjutkan perjalanan siang di sana sebab kalau malam rawan begal,” kata Tito.

Tito mengaku, sudah menginstruksikan Kapolda di seluruh daerah untuk melakukan operasi premanisme cipta kondisi salah satunya operasi begal. “Ini demi pemudik merasa aman di perjalanan,” ujarnya.

Tito menuturkan, beberapa waktu lalu terjadi pelanggaran di jalur lintas Sumatera. Sekelompok remaja melempari bus hingga kacanya pecah. Tito mengaku memerintahkan kepolisian setempat untuk mencari dan menindak pelaku itu. “Pelakunya lima orang, sudah dua orang yang kena, umurnya masih muda, sekitar 14 tahunan, tapi saya instruksikan tindak tegas sesuai hukum yang berlaku,” katanya.

Selain ke TTM, Kapolri bersama Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, dan Menteri Kesehatan (Menkes) Nila F Moeloek juga meninjau Pelabuhan Merak. Di sana Kapolri mendapatkan penjelasan dari PT ASDP Indonesia Ferry mengenai persiapan pelabuhan menghadapi arus mudik. Berdasarkan keterangan Direktur PT ASDP Indonesia Ferry dari H-8 hingga H-5, jumlah pemudik yang menyeberang melalui Pelabuhan Merak baru mencapai 30 persen.

Menurut Tito, ada dua kemungkinan yang menyebabkan arus mudik saat ini lebih landai daripada tahun sebelumnya. Pertama, pemudik yang tahun lalu menggunakan jasa kapal penyeberangan, tahun ini menggunakan transportasi lain. “Bisa saja karena THR sudah cair mudiknya pakai pesawat,” ujar Tito.

Kemungkinan kedua karena banyak perusahaan swasta yang baru meliburkan pegawai mulai hari ini. Jadi, baru hari ini pegawai melakukan perjalanan mudik yang juga akan menjadi puncak arus mudik tahap dua.

Untuk menghadapi lonjakan pemudik, PT ASDP Indonesia Ferry mengaku sudah menyiapkan langkah-langkah. Misalnya, memfokuskan dermaga VI sebagai dermaga khusus pemudik menggunakan sepeda motor, kedua mengoperasikan kapal besar, ketiga waktu bongkar muar dipercepat. “Jangan terlalu lama di pelabuhan,” katanya.

Menko PMK Puan Maharani menjelaskan, berdasarkan laporan dari PT ASDP Indonesia Ferry, puncak arus mudik diperkirakan terjadi mulai hari ini (12/6). Puan meminta kepada seluruh pihak terkait mewaspadai gelombang pemudik.

Puan menjelaskan, berdasarkan pembahasan bersama sejumlah pihak seperti kepolisian, TNI, PT ASDP Indonesia Ferry, Balai Pengelolaan Transportasi Darat (BPTD) Wilayah Kerja Banten, dan sejumlah unsur lainnya, sejauh ini arus mudik di TTM dan Pelabuhan Merak masih lancar.

Menurut Puan, hal itu senada dengan hasil pantauannya bersama Kapolri Tirto Karnavian, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menggunakan helikopter. Dari atas helikopter, aktivitas mudik di Pelabuhan Merak tampak lancar.

Kondisi itu, menurut Puan, jangan membuat seluruh pihak terlena dan abai terhadap kondisi arus mudik di sisa masa mudik ini. “Kami meminta komitmen seluruh jajaran Kemenhub dan kesehatan untuk mengantipasi arus mudik. Posko kesehatan harus disiapkan sehingga arus mudik ini masyarakat bisa merasakan mudik guyub, rukun, tertib, bahagia,” ujar Puan.

Puan meminta seluruh pihak untuk bekerja bersungguh-sungguh mengawal mudik tahun ini sesuai dengan bidang masing-masing. Kerja sama dan kerja keras menjadi kunci kelancaran mudik tahun ini.

Sementara itu, berdasarkan data dari PT ASDP Indonesia Ferry, pada H-5 (Sabtu 10/6) dan Minggu (11/6) pukul 08.00 WIB, jumlah pemudik mencapai 126.407 orang, sedangkan kendaraan sebanyak 25.054 unit. (Bayu M/RBG)