Karateka Banten Juara Umum Kejurnas Piala Menpora 2019

SERANG – Karateka Banten sukses merebut 14 medali emas pada Kejurnas Piala Menpora 2019. Perolehan medali emas itu mengantarkan Banten meraih juara umum.

Kejurnas yang diselenggarakan di Sport Hall Bima, Cirebon, Jawa Barat ini diikuti oleh 1.130 peserta. Kompetisi yang diikuti oleh peserta asal Pulau Jawa, Bali, dan Sumatera ini berlangsung dari Jumat (23/8) hingga Minggu (25/8). Sebanyak 21 karateka Banten turun pada kategori senior, junior, dan kadet.

Pada kategori senior, Banten menyumbangkan tujuh medali emas. Sumbangan emas itu berasal dari Agus (kata perorangan putra), Marcella (kata perorangan putri), Jacob Noel (kumite putra), Nujta (kumite putri), Diah Rianita (kumite putri), Tya Atmaja (kumite putri), serta Mahlian dkk (kata beregu putra).

Sedangkan empat medali emas disumbangkan karateka dari kategori kadet. Di antaranya, Gilang Permana Aji (kumite putra), Cevita (kumite putra), Okataviani (kumite putri), dan Elmars Angga (kumite putra). Pada kategori junior karateka Banten menyumbangkan tiga medali emas. Yakni dari Bagas Putra (kumite putra), Rizky Putra (kumite putra ), dan Abimanyu (kumite putra).

“Selain merebut 14 medali emas, Banten juga membawa pulang 2 medali perak dan 2 medali perunggu. Ini sejarah buat FORKI Banten karena untuk pertama kali juara umum di tingkat nasional,” kata Ketua II Pengprov Federasi Olah raga Karate-do Indonesia (FORKI) Banten Joe Manalu, Senin (26/8).

Catatan prestasi gemilang ini membuat Pengprov FORKI Banten kian percaya diri menyambut ajang Pra PON dan Popnas 2019 mendatang. Sebab, dari sembilan atlet pelatda jangka panjang (PJP) seluruhnya mendulang medali. “Yang tampil di kejuaraan ini memang difokuskan untuk atlet yang akan tampil di ajang Popnas dan Pra PON tahun ini. Kami sangat puas dengan hasil yang diraih, semoga akan kembali mempersembahkan prestasi yang membanggakan,” harap Joe.

Apalagi, sambung Joe, secara teknis baik latihan fisik dan teknik, atlet sudah matang.  FORKI Banten tinggal memperkuat kesiapan mental bertanding dan menunggu jadwal Popnas dan jadwal Pra PON yang diundur. “Saat ini tinggal menjaga motivasi atlet. Mental bertanding atlet yang semula sudah siap jadi kita butuh menata agar tetap optimal kapanpun mereka bertanding. Target kami bisa berprestasi di Popnas dan bisa meloloskan atlet sebanyak-banyak ke PON,” jelas Joe. (rbs/nda/ags)