Karena Mertua, Suami Batal Mendua

Ada pepatah orang sabar disayang Tuhan. Seperti itu pula cara Ijem (37) dengan suami tercinta, sebut saja Joko (38), menjaga keutuhan rumah tangga. Buah kesabaran wanita berparas manis itu yang tulus mengurus ibu mertua, memaksa suami membatalkan niatnya untuk menikah dengan wanita idaman lainnya.

Ditemui Radar Banten di Kecamatan Kasemen, Ijem sore itu baru selesai ziarah. Duduk sejenak di bawah pohon rindang, Ijem berkenan menceritakan kisah rumah tangganya yang nyaris bubar gara-gara orang ketiga.

Pengakuan Ijem, dari sejak menikah sampai sekarang, ia sudah mengurus ibu mertua yang sudah tua renta, selain mengurus suami. Katanya, merawat ibu mertua bukan sekadar bentuk pengabdian terhadap suami. Lebih dari itu, Ijem sudah menganggap mertuanya sebagai ibu kandungnya sendiri. Maklum, Ijem sudah ditinggal pergi ibunya sejak masih remaja. “Ini (merawat mertua-red) penebus dosa saya ke ibu kandung dulu,” akunya. Subhanallah.

Sebetulnya bukan faktor ekonomi yang membuat suaminya selingkuh, tetapi Ijem menyadari kekurangan fisiknya yang menurut dia menjadi penyebab Joko berpaling. Pertemuannya dengan Joko bermula saat Ijem membantu masak-masak di rumah saudara yang sedang menggelar acara hajatan pernikahan. Joko yang menjadi tamu undangan datang dari Cirebon langsung jatuh cinta pada pandang pertama terhadap Ijem.

Bukan karena paras Ijem, melainkan lebih tergoda bodi Ijem yang aduhai, selain sopan dan mempunyai senyum menawan.

Saat itu juga Joko langsung mengajak berkenalan. Sosok Joko biasa saja. Hanya ditopang penampilan keren saja, dengan paduan kemeja dan celana jeans. Kelebihan Joko yang menjadi incaran banyak wanita karena ia punya usaha peternakan ayam di kampungnya. Nah, kebetulan saat itu Joko sedang mencari pendamping hidup. Sebelum pulang dari kondangan, Joko pun menyempatkan diri menghampiri Ijem dan meminta nomor telepon.

“Ya saya kasihlah, soalnya aku juga suka sama Mas Joko walaupun baru ketemu,” ujarnya tersipu malu.

Sejak itu, keduanya intens menjalin komunikasi. Meski terpisah jarak, tak melunturkan keduanya untuk menjalin hubungan. Hanya berselang tiga bulan menjalin kedekatan, Joko nekat melamar Ijem. Keduanya akhirnya menikah dan menggelar pesta meriah.

Mengawali rumah tangga, Joko membawa Ijem tinggal di rumah keluarganya. Tak butuh lama bagi Joko untuk membeli rumah pribadi. Joko merintis usaha dari nol menjadi pedagang bubur. “Usaha ayam di kampung tetap jalan, cuma yang urus saudaranya,” terang Ijem. Oh gitu, kirain usaha peternakan ayam sambil jualan bubur.

Setahun kemudian, Ijem melahirkan anak pertama. Usaha bubur ayam Joko pun maju pesat karena sudah banyak pelanggan dan sudah memiliki lima karyawan. Usaha peternakan tak sesukses usaha jualan bubur. Peternakan yang ia rintis bangkrut akibat salah pengelolaan. Sejak itu, Joko membawa ibunya ke Serang dan tinggal bersamanya, yang disambut baik oleh Ijem.

“Ya sejak awal memang sudah senang ada mertua di rumah,” akunya. Masa sih?

Seiring berjalannya hari, kondisi kesehatan ibu mertua menurun. Selain faktor usia, pola makan yang tak teratur juga membuat tubuh mertua semakin melemah. Sering bolak-balik rumah sakit mengantar ibu, Joko mulai tak fokus bekerja. Namun, Ijem kesal dengan sikap Joko yang malah membeli mobil baru di saat kondisi kesehatan ibunya menurun. “Bukannya fokus ngobatin ibu, ini malah beli mobil,” kesalnya. Bagus dong, biar mengantar ibunya pakai mobil baru.

Yang membuat Ijem kesal, Joko sejak mempuyai mobil baru terlena dengan kehidupannya. Sering jalan-jalan dengan temannya hingga lupa pulang. Situasi itu tentu saja membuat Ijem setiap harinya gelisah. Bahkan, Ijem kerap menerima laporan dari tetangga sering melihat Joko nongkrong di tempat hiburan malam.

Sejak itu hubungan keduanya merenggang dan sering terlibat perselisihan. Seiring waktu, Ijem mulai tak dianggap oleh Joko. Penderitaan Ijuem bertambah ketika kondisi kesehatan mertua semakin menurun.

“Saya anter mertua ke rumah sakit sendirian naik angkot, Kang Joko enggak tahu kelayapan ke mana,” keluhnya. Mungkin cari nafkah Mbak.

Bukannya menanyakan kesehatan mertua, Joko malah meminta cerai dan ingin menikah lagi dengan wanita lain yang membuat Ijem murka. “Saya bilang aja, kalau bukan karena sayang, saya enggak sudi ngurusin ibumu,” ujar Ijem menirukan ucapannya yang dulu kepada Joko.

Seolah mendapat hidayah, saat itu Joko menangis dan sadar kalau perbuatannya selama ini salah. Ia mencium kaki ibunya dan memohon kepada Ijem agar sudi memaafkan kesalahannya. Ijem yang memang sudah terlalu sayang terjadap suami mau memaafkan. Sejak itu, Joko berjanji untuk tidak mengulangi kesalahan sama.

Alhamdulillah sekarang Kang Joko jadi perhatian ke saya,” ucapnya. Syukur deh, semoga langgeng ya. Amin. (mg06/zai/ira)