Kareo Dukuh, Berharap Asri Lewat Taman Kampung Multifungsi

JAWILAN – Pengurus RW 01, Kampung Kareo Dukuh, menerapkan konsep penghijauan untuk membuat lingkungannya asri. Taman multifungsi di tengah perkampungan menjadi salah satu cara. Perkampungan ini ditunjuk oleh Pemerintah Desa Kareo, Kecamatan Jawilan, untuk mewakili desa pada Kampung Bersih dan Aman 2019 tingkat Kabupaten Serang.

Ketua RW 01, Kampung Kareo Dukuh, Hikmat mengaku, pihaknya terus berinovasi untuk menciptakan lingkungannya menjadi kampung yang bersih dan aman. Untuk menyulap lingkungan menjadi kampung bersih, pihaknya sudah menerapkan konsep penghijauaan. Taman kecil di tengah perkampungan dijadikan tempat budi daya tanaman hias. Hasilnya dibagikan kepada warga RW 01 untuk ditanam di setiap rumah warganya.

“Kita akan bagi-bagikan pot-pot tanaman ke setiap rumah warga, minimal empat pot tanaman agar lingkungan rumah warga lebih asri,” katanya kepada Radar Banten, Jumat (23/8).

Soal kebersihan lingkungan, menurut Hikmat, telah disediakan tong sampah untuk sampah organik dan non organik. Sampah dari tong sampah ini kemudian diangkut dengan gerobak ke tempat penampungan sampah sementara (TPS).

Untuk mengoptimalkan pengelolaan sampah, pengurus RW 01, Kampung Kareo Dukuh, berencana memaksimalkan bank sampah. Ketua RW 01 akan menyebarkan surat edaran kepada warga Kareo Dukuh agar memilah sendiri sampah rumah tangga mereka. Ini dilakukan agar pengelola bank sampah mudah menjual sampah-sampah bernilai ekonomis, seperti botol dan kemasan air mineral, kepada pengepul barang bekas.

“Nantinya, uang yang dihasilkan akan dibagikan berdasarkan hasil, seusai kesepakatan antara warga dengan pihak pengelola bank sampah. Termasuk menukar sampah dengan minyak goreng,” terang Hikmat.

Hikmat menyatakan bahwa keamanan Kareo Dukuh juga diperhatikan oleh warganya. Untuk menciptakan keamanan, warga rutin berkoordinasi dengan anggota babinsa dan bhabinkamtibmas di Kecamatan Jawilan. “Bahkan, setiap hari, babinsa dan bhabinkamtibmas mengunjungi warga untuk kepentingaan menciptakan kemanan,” ungkapnya.

Di tempat yang sama, Ketua Bank Sampah RW 01, Desa Kareo, Sutrisno mengungkapkan bahwa bank sampah yang dikelolanya telah memproduksi paving blok dari sampah plastik. Produksi paving blok ini sudah berjalan selama enam bulan menggunakan mesin karya warga Kareo. Namun, belum bisa diaplikasikan dan dijual lantaran belum mendapatkan izin dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Serang.

“Bahkan, warga di RW 01 juga memproduksi paving blok berbahan dasar sampah plastik. Warga setempat terus berinovasi menciptakan mesin pembuat paving blok dari plastik. Karena, saat ini sudah 100 meter persegi paving blok dari sampah plastik dihasilkan. Akan tetapi, paving blok dari plastik ini belum bisa dipasarkan, karena harus menempuh proses uji lab dari Dinas Lingkungan Hidup,” terang Hikmat.

Plastik dari sampah rumah tangga di Kareo Dukuh, juga didaur ulang oleh kalangan ibu rumah tangga menjadi barang bernilai ekonomi. Sampah plastik disulap menjadi beberapa barang, seperti pot bunga, hiasan rumah, dan tas. Kreativitas ibu-ibu di kampung ini sudah menghasilkan uang. Setiap satu pekan, para pengrajin sampah plastik ini meraup untung ratusan ribu rupiah dari penjualan kerajinan mereka. Pemasarannya secara online.

Anggota babinsa Koramil 0221 Kopo Serka Cece Suhendar membenarkan jika pihaknya dan bhabinkamtibas mendorong warga Desa Kareo untuk bergotong royong dan rutin mengadakan ronda malam. TNI dan Polri bersinergi untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan aman.

“Alhamdulillah, sinergesitas warga di sini (Desa Kareo-red) dengan TNI sudah terjalin dengan baik. Saya dan bhabinkamtibas mudah mengatur kegiatan siskamling. Setiap minggu, siskamling di kampung ini bisa berjalan lancar,” katanya. (jay/ang/don)