Karir Bablas, Rumah Tangga Kandas

Sudah jatuh, tertimpa tangga pula, begitulah nasib Acil (39), nama samaran. Gara-gara tergoda perempuan genit, Acil kebablasan hingga dipecat dari pekerjaan. Tak sampai di situ, Acil harus menerima surat perceraian dari sang istri, sebut saja Mimin, yang mengetahui perselingkuhan suaminya. Yassalam.

Acil merupakan warga Kecamatan Tirtayasa, Kabupaten Serang. Profesinya seorang petani. Siang itu Acil tampak sibuk mengangkut karung berisi padi, tak lama ia pun duduk di bawah pohon yang teduh. Kepada Radar Banten, Acil pun bercerita kisah masa lalunya.

Prahara rumah tangga Acil dan Mimin terjadi tiga tahun lalu. Acil menyesali perbuatannya karena telah menyakiti hati Mimin, mantan istrinya yang memang dikaruniai wajah cantik dan seksi. “Waktu itu saya khilaf. Capek kerja, hiburannya ya main hati sama pelanggan,” dalihnya. Khilaf apa keenakan Kang?

Acil mengaku menyesal setelah ditinggalkan Mimin karena Mimin memiliki sifat baik dan penyayang. Seperti tidak bercermin, Acil pun menyalahkan diri sendiri karena seperti tidak tahu diri sudah main hati, padahal tampangnya pas-pasan. Pertemuan dengan Mimin bermula ketika mereka sama-sama mengikuti rapat kepemudaan di kampung. Ceritanya cinlok alias cinta lokasi. Jabatan Acil di kepemudaan cukup disegani, yakni ketua pelaksana. Mimin menjabat sekretaris kepemudaan yang membuatnya hampir setiap hari bertatap muka. Saking seringnya bertemu dan intens berkomunikasi, keduanya semakin hari semakin dekat hingga terjalin keakraban. “Mimin orangnya cakep, baik, lembut. Siapa coba yang enggak suka cewek kayak gitu,” ujarnya. Iya baik, tapi sayang dapatnya buaya.

Merasa ada kecocokan, tak sampai sebulan melakukan pendekatan akhirnya mereka jadian. Mimin menerima apa adanya Acil yang memang berasal dari keluarga pas-pasan, kedua orangtua Acil hanya seorang buruh tani. Acil hanya bermodalkan kejantanan. Lain dengan Mimin yang berasal dari keluarga berada. “Mimin tuh orang kaya, bapaknya punya sawah luas, mobilnya juga tiga,” akunya. Jadi, situ yang matre nih!

Setahun kemudian, hubungan keduanya semakin serius. Bermodalkan hasil dari bekerja sebagai karyawan toko kosmetik, Acil pun nekat melamar Mimin. Pernikahan digelar cukup sederhana. Kendati begitu, rona kebahagiaan nampak pada wajah mereka berdua di kursi pelaminan.

Karena belum memiliki rumah, Acil sementara waktu mengalah ikut menumpang tinggal di rumah mertua. Tentu saja, namanya di rumah mertua, Acil pun mencoba menjaga sikap. Sikap Acil itu pun mendapat pujian dari Mimin. Menjalani rumah tangga, Mimin yang tadinya pendiam juga berubah menjadi agresif, terutama di ranjang.

“Kalau lagi berduaan di depan keluarga pendiam, tapi kalau udah di ranjang, widih dia cukup agresif,” guyonnya cengengesan.

Keduanya baru dikaruniai anak dua tahun kemudian. Hubungan keduanya pun semakin harmonis. Sejak mempunyai momongan, Acil pun semakin giat bekerja di toko kosmetik. Awalnya Acil cuek saja melayani pelanggan dengan beragam karakter, mulai dari yang cuek, yang baik, dan yang cantik. Sampai akhirnya Acil tergoda cewek genit.

“Ya, di toko kosmetik ada aja yang godain. Tapi, waktu itu lain, dia suka senyum-senyum sambil pegang-pegang saya. Ujung-ujungnya minta diskon,” ujarnya. Namanya juga usaha Kang.

Sang pelanggan genit itu, sebut saja Ecih. Usianya lebih tua dari Acil, tapi penampilan yang seronok membuat Acil ngeces dibuatnya. Suara Ecih juga mendesah manja, tingkahnya menggoda yang membuat Acil klepek-klepek.

“Kalau lagi enggak ada bos, ya harga buat dia saya kurangin,” akunya. Astaga Kang, dasar mata keranjang, bisa bangkrut tuh toko.

Lama-lama Acil kepincut. Sejak itu, Acil semakin intens menggoda Ecih. Kemudian hubungan mereka berlanjut sering jalan berdua, saling curhat, ujung-ujungnya menjalin cinta terlarang. Rayuan maut Ecih pun ampuh meluluhkan Acil.

Sejak menjalin hubungan, Ecih mulai kegirangan. Apalagi setiap ke toko kosmetik jadi suka dapat diskon besar-besaran insiatif Acil. Oalah. Tak jarang Acil memberikan kosmetik kepada Ecih secara suma-cuma. “Kalau sama perempuan saya enggak bisa menolak,” kelitnya. Yaelah. dasar aja mata keranjang.

Namun, kebaikan Acil pun dibalas dengan kasih sayang Ecih yang all-out. Keduanya jadi sering menghabiskan waktu untuk berselingkuh. Tak jarang Acil pulang larut malam karena terlena akan belaian Ecih yang bohai.

Situasi itu tentu saja membuat Mimin curiga. Apalagi, uang jatah bulanan terus berkurang. Sikap Acil juga semakin hari semakin acuh tak acuh terhadap Mimin. “Ya waktu itu saya keasyikan main sama Ecih, jadinya ke istri juga bawaannya malas,” kilahnya. Pastinya, rumput tetangga lebih hijau Kang.

Hingga suatu hari, kisah perselingkuhan antara Acil dan Ecih pun terciduk Mimin. Namanya bangkai, ditutup-tutupi lama-lama kecium juga. Begitu pula yang dialami Acil. Mimin yang memegang ponsel Acil menerima panggilan dari Ecih. Tanpa basa-basi Ecih bicara sayang-sayangan dan meminta jatah kosmetik.

Mendengar suara Ecih yang menggoda suaminya itu, tentu saja menyulut emosi Mimin yang langsung menjerit dan mengamuk memarahi Acil. Keributan pun tak dapat dihindari. “Ya, dasar harus ketahuan, HP ketinggalan eh diangkat ama Mimin. Ya udah deh,” sesalnya. Makanya, Kang pake kode dong ke Ecih kalau mau nelepon. Bukannya ngajarin ya!

Nasib sial yang dialami belum usai sampai di situ. Keesokan harinya, perilaku Acil yang sering memberi jatah kosmetik kepada Ecih dan menyebabkan kerugian toko diketahui bosnya dari laporan karyawan lain. Tanpa banyak pertimbangan, Hari itu juga Acil dipecat sebagai karyawan. Sudah jatuh tertimpa tangga, sebulan pasca pemecatan, Acil diceraikan Mimin. Kini, Acil hidup menduda sejak kepergian Mimin.

“Pas cerai sama Mimin, Ecih juga malah menghilang, udah enggak bisa dihubungi,” kesalnya. Makanya, jangan main hati, rugi sendiri kan! (mg06/zai/ira)