Karyawan Nilai Alfamart Tak Terapkan UU Ketenagakerjaan

Puluhan karyawan Alfamart Cabang Serang unjuk rasa di depan kantor mereka di Drangong, Kecamatan, Taktakan, Kota Serang, Kamis (16/5).

SERANG – Puluhan karyawan Alfamart Cabang Serang menggelar unjuk rasa di depan kantor mereka di Drangong, Kecamatan, Taktakan, Kota Serang, Kamis (16/5). Aksi tersebut dipicu karena manajemen Alfamart (PT Sumber Alfaria Trijaya) dinilai tidak menerapkan Undang-Undang Ketenagakerjaan sehingga merugikan karyawan.

Pantauan di lokasi aksi tersebut dilakukan sekira 60 karyawan. Mereka membentangkan sejumlah pamflet yang bertuliskan tentang kesejahteraan yang belum dirasakan seperti upah lembur sesuai Undang-Undang Ketenagakerjaan .

Koordinator aksi Umar Wira Siregar mengatakan bahwa selama ini manajemen PT. Sumber Alfaria Trijaya tidak pernah peduli terhadap nasib karyawannya. Hal itu bisa dilihat dari sistem kerja yang tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku. “Dengan banyaknya tekanan di jam kerja, sudah membuktikan bahwasanya pihak manajemen tidak menjalankan aturan sesuai UU Ketenagakerjaan,” kata Umar.

Dia mengatakan perusahaan tidak ada tranparansi soal gaji lembur karyawan. Yang lebih ironi, upah lembur di bawah standar serta pembayarannya tidak disertakan di slip gaji sehingga hal tersebut dinilai merugikan karyawan. “Upah lembur itu selalu terbungkam, tidak ada keterbukaan. Uang lemburan tidak disetarakan sesuai dengan aturan yang ada. Lemburan hanya dibayar cuman perpaket, hanya Rp150 ribu,” kata Umar.

Dia menyesalkan sikap perusahaan yang dinilai tidak peduli karyawannya. Ada beberapa tuntutan yang disampaikan agar manajemen mulai bersikap patuh terhadap UU Ketenagakerjaan. “Kami meminta agar diberikan tunjangan masa kerja (TMK) sesuai dengan masa kerja. Kami meminta perusahaan juga untuk mencantukam rincian upah lembur di slip gaji. Selama ini kami diam terhadap sikap perusahaan,” kata Umar.

Dia berharap, manajemen mengabulkan aspirasi karyawan. Mereka tidak gentar apabila harus dipecat perusahaan jika benar-benar melanggar peraturan. “Selama ini kami diminta mengundurkan diri. Agar apa? Supaya mereka tidak memberikan pesangon kepada kami. Kami tidak takut dipecat, silakan kami dipecat tapi penuhi hak kami,” ucap Umar.

Corporate Comunication Alfamart Cabang Serang Adit mengatakan telah berkomunikasi dengan perwakilan karyawannya. Namun dari komunikasi tersebut tidak mendapat hasil yang diharapkan dari masing-masing kedua belah pihak. “Belum ada keputusan, nanti ada pertemuan lagi tanggal 21 Mei 2019,” tutur Adit singkat. (Fahmi Sai)