Kasemen Zonk, Belum Siap Dinilai

0
720 views

KASEMEN – Juri Lomba Resik Lan Aman (LRLA) Kota Serang 2020 kaget saat mengunjungi 39 rukun tetangga (RT) di Kecamatan Kasemen, Jumat (7/5). Mayoritas RT belum siap dinilai. Tetap kumuh.

Tiga belas tim juri bergerak mengunjungi 39 RT di tujuh kelurahan tersebut sejak pukul 10.00 WIB. Namun, tim juri bingung memberikan nilai. Sebagian besar RT tidak memenuhi satu pun komponen penilaian dari enam kategori yang dilombakan.

“Zonk!” tukas Agus Priwandono, juri perwakilan Radar Banten,  mengumpamakan nilai untuk lingkungan RT yang tidak melakukan persiapan apa pun untuk menghadapi penilaian lomba tahap pertama..

Bersama tiga juri lainnya, Agus menilai kebersihan dan keamanan di tiga RT di Kelurahan Kilasah. RT 08 RW 05, RT 01 RW 06, dan RT 13 RW 04. Tapi cuma RT 08 RW 05 yang sudah melakukan persiapan. Meskipun hanya berupa pengecatan di sebagian jalan paving block. Serta, menghias jalan dengan besek plastik yang digantung. Dua RT lain, kumuh. Sampah mudah ditemui di jalanan. Gersang, tidak ada tanaman, apalagi bunga, yang ditanam.

Dari ketiga RT, yang punya pos ronda adalah RT 08 RW 05 dan RT 13 RW 04. “Itu pun seadanya. Sarana prasarananya tidak ada,” ungkap Iptu Sriyanto, juri perwakilan Polres Serang Kota.

Juri yang mengunjungi RT 01 RW 01, RT 02 RW 02, dan RT 01 RW 03 di Kelurahan Sawahluhur pun kecewa. Ketiga RT tidak ada yang bisa dinilai sesuai komponen penilaian LRLA.

Camat Kasemen Golib Abdul Mutholib beralasan, kondisi 39 RT itu karena dana stimulan dari Pemkot Serang untuk penataan atau  pembenahan tiap RT, sebesar Rp5 juta, belum turun. “Faktor utamanya sih masalah dana yang belum turun,” tegasnya melalui sambungan telepon seluler.

Golib mengakui, hal itu akibat pihaknya terlambat mengajukan permohonan pencairan anggaran. “Tapi ada juga kok RT yang sudah berbenah pakai dana swadaya warga,” terangnya. “Sekarang memang belum maksimal, tapi (penilaian-red) tahap kedua pasti sudah bagus,” tandasnya.

Ketua Forum Silaturahmi (Forsil) Lurah di Kecamatan Kasemen Hizbullah menyayangkan keterlambatan pencairan dana stimulan yang berakibat RT-RT belum siap dinilai. Padahal, ia mengaku sering mengingatkan Pemerintah Kecamatan Kasemen untuk segera mengurus pengajuan permohonan pencairan dana tersebut.

“Kalau Kecamatan Taktakan, Curug, dan Walantaka mah sudah duluan cair karena mereka cepat ngurus pengajuannya,” ungkap Lurah Banten itu.

Hizbullah sendiri, sudah mengimbau warganya untuk tidak bergantung pada dana stimulan. Ia mengajak ketua RT dan RW di Kelurahan Banten untuk swadaya dan bergotong rotong mempersiapkan lingkungannya menghadapi LRLA. 

“Alhamdulillah, hasilnya sudah kelihatan meski belum ada dana stimulan. Beberapa kelurahan lain juga ada yang melakukan swadaya dari warga maupun uang pribadi lurah,” ujarnya. (mg06/don)