Kasi Haji Diperiksa Kejari

0
534 views

PANDEGLANG – Kepala Seksi (Kasi) Urusan Haji dan Umroh Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pandeglang Wawan Sofwan diperiksa Kejaksaan Negeri (Kejari) Pandeglang, Rabu (2/12) pagi. Pemanggilan tersebut terkait dugaan adanya jual beli kuota haji tahun 2019 lalu.

Kasi Pidsus Kejari Pandeglang Ario Wicaksono mengatakan, pemanggilan tersebut sebagai bentuk klarifikasi terkait banyaknya aduan dari masyarakat mengenai dugaan jual beli dan percepatan pemberangkatan haji di tahun 2019. “Iya klarifikasi terkait jual beli kuota haji, pemberangkatan dan pemulangan tahun 2019. Kita periksa hanya satu orang, yaitu kasi haji (Wawan Sofwan-red),” katanya di ruang kerjanya.

Ario mengatakan, pihaknya akan menyelesaikan persoalan aduan tersebut sampai semuanya jelas. Terkait penetapan tersangka atau penghentian penyelidikan, akan ditentukan setelah semuanya selesai diperiksa dan memintai keterangan kepada pihak-pihak terkait. “Kita lakukan kalrifikasi pulbaket dan puldata, sebagai tindak lanjut laporan dari masyarakat,” katanya mengakhiri pembicaraan.

Ditemui usai pemeriksaan Kasi Urusan Haji dan Umroh Kemenag Pandeglang Wawan Sofwan menyebut awak media sebagai suruhan pihak tertentu untuk meliput acara pemeriksaan oleh Kejari Pandeglang. “Persoalan naon coba (persoalan apa coba-red), apa urusannya saya di tanya daring? Apa bapak (menyebut Radar Banten-red) ini kiriman kan? tahu dari mana bapak saya dipanggil?,” katanya kesal.

Wawan menuding pemanggilan dan pemeriksaan yang dilakukan Kejari Pandeglang sebagai imbas dari pelaksanaan Pilkada Pandeglang. Padahal, kata dia, persoalan yang dikaitkan dengan dirinya telah selesai dan tidak ada yang perlu dipermasalahkan. “Saya sudah hafal banget ini nuansanya politik. Pemanggilan saya itu terkait dana hibah, sementara sudah diperiksa BPK (Badan Pemeriksa Keuangan) dan enggak ada masalah. Saya juga sudah diperiksa inspektorat dan enggak ada temuan,” katanya.

Ditanya soal pemeriksaan yang dilakukan jaksa? Wawan mengaku dirinya belum dimintai keterangan dan akan kembali dipanggil oleh Kejari Pandeglang pada Senin (7/12) pagi. “Enggak, belum ditanya karena dalam surat saya dipinta kaitan dengan dana hibah ternyata ngerembet kemana-kemana, kaitannya katanya dengan percepatan haji,” katanya.

Dia menuding pemanggilan dan pemeriksaan terhadap dirinya merupakan pesanan pihak yang tidak sejalan dengan dirinya. Dia menegaskan, akan menghadapi persoalan tersebut sampai selesai dan tidak akan menarik diri. “Kalau semua dikaitkan dengan nuansa politik, abis dong orang. Tolong lah yang zalim sama saya enggak berpengaruhlah sama suara. Wabil khusus saya ini, bagi orang zalim saya tidak akan pernah takut karena saya tidak berbuat. Silahkan saja, sampai kapan pun akan saya hadapi,” katanya.(Adib)