KASN Datangi Pemprov, Klarifikasi Penghentian Proses Lelang Terbuka

SERANG – Persoalan seleksi terbuka atau open bidding jabatan pimpinan tinggi (JPT) Pratama di lingkup Pemprov Banten menarik perhatian Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN). Kemarin (27/12), lembaga nonstruktural yang dibentuk berdasarkan UU Nomor 5 Tahun 2014 tentang ASN itu mendatangi Pemprov untuk mengklarifikasi open bidding kepada panitia seleksi (pansel) yang menghentikan seleksi itu.

Komisioner KASN Irwansyah datang langsung didampingi Asisten Komisioner KASN John Ferianto ke ruang kerja Sekda Banten Al Muktabar yang merupakan ketua pansel. Pertemuan yang berlangsung dua jam setengah itu tertutup bagi awak media.

Usai bertemu pansel, Asisten Komisioner KASN John Ferianto mengaku kedatangannya ke Pemprov untuk mengklarifikasi surat yang disampaikan Gubernur Banten selaku pejabat pembina kepegawaian (PPK) kepada KASN. “Hasilnya kami sampaikan ke pimpinan. Gitu saja,” ujar John, Jumat (27/12).

Kata John, pihaknya datang untuk mengklarifikasi beberapa dokumen yang disampaikan PPK. Surat yang disampaikan PPK itu berupa persoalan lelang terbuka jabatan Asda I dan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) yang dihentikan lantaran nilai asesmen pesertanya tidak memenuhi syarat tiga besar.

Diketahui, hanya ada satu peserta Asda I yang nilai asesmennya di atas 70 dan dua peserta untuk jabatan Kepala Dindikbud yang nilainya di atas 70. Lantaran tidak memenuhi tiga nama maka pansel menghentikan proses lelang terbuka dua jabatan tersebut. “Persoalan henti menghentikan itu (apakah benar atau salah-red) kami sampaikan ke pimpinan,” ujarnya.

Bahkan, rencana mutasi untuk mengisi jabatan yang kosong dinilai KASN sesuatu yang dimungkinkan. “Kalau dalam undang-undang dibolehkan ketika melalui seleksi terbuka tidak dapat. Boleh rotasi mutasi,” tandas John. Namun, penghentian proses open bidding harus dibuktikan dengan fakta dan data.

Sekda Banten Al Muktabar mengatakan, KASN datang terkait agenda open bidding di Pemprov. “Kami menyerahkan apa saja yang menjadi mandat KASN karena otoritasnya ada di sana. Kami serahkan sepenuhnya dan akan patuh apa yang menjadi kesimpulan atau mandat KASN,” ujarnya.

Ia mengaku, KASN datang bukan hanya untuk mengklarifikasi lelang terbuka dua JPT Pratama terakhir, tapi ada agenda lain. Kebetulan, KASN sedang melakukan perjalanan dinas ke Pemprov sehingga pihaknya menginformasikan berbagai hal. (nna/alt/ags)