Keraton Kasepuhan Cirebon.

CIREBON – Kasultanan Kasepuhan Cirebon bersama Kementerian Pariwisata membuat festival budaya Gelar Seni Pasanggrahan Sunyaragi, 12 Maret – 5 November 2016. Festival ini mengemas perpaduan seni budaya Cirebon, Persia dan Tiongkok. Ada Topeng Panji, Topeng Samba, Tari Tangan Seribu, Topeng Rumyang, Topeng Tumenggung, Topeng Jinggananom, dan Topeng Klana yang siap menyapa. Belum lagi genjring rudat sidapurna, tari adipatikana, Gandamana dan Tari Tayub.

“Kami berterima kasih kepada Pak Sultan yang menggagas dan mempromosikan seni budaya Cirebon. Seni budaya Cirebon merupakan potensi luar biasa, termasuk Sunyaragi. Insya Allah, mampu menggaet wisatawan mancanegara,” kata Sesmen Kementerian Pariwisata Ukus Kuswara dikutip dari siaran pers, Selasa (1/3).

Sultan Sepuh XIV Kasultanan Kasepuhan Cirebon PRA Arief Natadiningrat optimistis Pasanggrahan Sunyaragi 2016 bisa menjaring 2 juta wisatawan di 2016. Targetnya naik dua kali lipat dari capaian 2015 yang menembus 1 juta kunjungan wisatawan. “Gua Sunyaragi sebagai situs sejarah bisa dimanfaatkan untuk mengangkat kebudayaan dan pariwisata Cirebon,” kata Sultan.

Sultan optimis target wisatawan naik karena akses ke Cirebon semakin mudah. Jalur darat lewat tol Cipali, kereta doble track Jakarta-Cirebon, Yogyakarta-Cirebon, dan Semarang-Cirebon. Setidaknya ada 200 perjalanan kereta yang melintasi kota Cirebon.

“Sejak 2015, ada 4 kapal pesiar asal Inggris, Perancis, Australia dan Singapura yang bersandar ke pelabuhan Cirebon. Dan nanti pada 2017 Bandara Internasional Jawa Barat juga akan selesai dibangun. Akses ke
Cirebon akan makin mudah lagi,” papar Sultan. Selain akses, lanjut dia, akomodasi juga semakin komplet. Dalam kurun dua tahun, hampir 200 hotel berdiri di wilayah Cirebon.

Menpar Arief Yahya menaruh hormat kepada Sultan yang menjiwai semangat pariwisata. Gelar budaya yang digagas itu akan menjadi atraksi yang ditunggu-tunggu wisatawan. “Mudah-mudahan ini menginspirasi pusat-pusat kebudayaan yang lain. Pesona Indonesia ada dan hidup di mana-mana,” kata Arief Yahya. (Aas)