Kasus Bapelkes KS, KPK Cilegon: Mungkin akan Menyeret Nama Lain

CILEGON – Selain tiga nama yang telah ditetapkan sebagai tersangka atas kasus korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) di Badan Pengelola Kesejahteraan (Bapelkes) KS Cilegon, Komunitas Pengawas Korupsi (KPK) Kota Cilegon menyebutkan di kasus tersebut juga akan menyeret nama-nama lainnya. Bahkan para petinggi direksi PT Krakatau Steel.

“Karena tiga pelaku yang telah ditetapkan sebagai tersangka hanyalah peran bawah. Peran komando lainnya seperti Komisaris Utama di Bapelkes, dan ada mantan Direktur SDM dan Umum itu sebenarnya yang harus dipanggil. Jadi dari tiga nama itu kemungkinan akan menyeret nama tersangka lainnya,” ujar James Wakapedua, Ketua Komunitas Pengawas Korupsi (KPK) Kota Cilegon, Kamis (6/4).

Ia menyebutkan, atas kasus itu negara mengalami kerugian sekitar Rp300 miliar. “Itu sebenarnya kasus pembelian kapal dari Rian yang bekerja sama dengan Bapelkes yang tanpa melakukan tender. Nama kapalnya itu Nabil Bakar” ucapnya.

Sebelumnya, pada Selasa (4/4), tim Reskrimsus Tipidkor Polda Banten, menggeledah kantor Bapelkes KS Cilegon.

Kanit 2 Subdit III Tipidkor Polda Banten, Kompol Djafar N H mengungkapkan ada tiga nama yang telah ditetapkan sebagai tersangka dari kasus korupsi itu. Diantaranya adalah mantan Ketua Bapelkes KS Kota Cilegon tahun 2012-2014.

“Ini sudah masuk tahap penyelidikan. Tersangka saudara Husodo (Ketua Bapelkes 2012-2014), Triyono (Manager Investasi), dan Rian (pihak ketiga). Perkara ini sudah kami gelar di KPK,” ujarnya.

Djafar tidak menyebutkan berapa kerugian negara yang ditimbulkan atas kasus korupsi itu. “Secara real belum dapat kami jelaskan. Ini masih dihitung. Mungkin diperkirakan bulan ini telah selesai,” katanya. (Riko Budi Santoso/rikosabita@gmail.com)