Kasus Covid-19 di Lebak Meningkat 120 Persen

0
979 views

LEBAK – Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Lebak merilis penambahan kasus positif corona pada 9 Juni 2020. Pada hari sebelumnya, jumlah warga yang terpapar virus corona sebanyak empat orang dan sekarang bertambah menjadi 10 orang.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Lebak Triatno Supiyono mengatakan, ada penambahan kasus Covid-19 di beberapa kecamatan di Lebak. Rinciannya dua orang di Kecamatan Maja dan masing-masing satu orang di Kecamatan Warunggunung, Cirinten, Cimarga, Cikulur, serta Warunggunung.

“Hasil uji SWAB yang kita lakukan terhadap beberapa orang yang reaktif saat rapid test beberapa waktu lalu┬áterkonfirmasi positif Covid-19,” kata Triatno Supiyono kepada Radar Banten, Selasa (9/6).

Untuk itu, Gugus Tugas kabupaten bersama Gugus Tugas kecamatan dan desa akan melakukan tracking terhadap orang-orang yang kontak erat dengan pasien positif corona tersebut. Bagi keluarga dan orang yang kontak erat diharapkan melakukan isolasi mandiri. Mereka untuk sementara jangan beraktivitas keluar rumah karena berpotensi menularkan corona kepada yang lain.

“Tindakan yang kita lakukan terukur sesuai protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah. Karenanya, kita lakukan tracking untuk menelusuri siapa saja orang yang kontak erat dengan enam orang positif corona tersebut,” ujarnya.

Terpisah, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Lebak Doddy Irawan membenarkan ada penambahan kasus positif corona sebesar 120 persen. Pada hari sebelumnya, kasus corona di Lebak hanya 4 orang, sedangkan sekarang meningkat drastis menjadi 10 orang.

“Iya, ada penambahan enam orang. Jadi peningkatannya 120 persen. Kita tentu prihatin dengan kejadian ini. Tapi, kita harus tetap waspada,” ungkapnya.

Mantan Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) Lebak ini menambahkan, beberapa pasien positif corona di Lebak diduga ‘oleh-oleh’ dari para pemudik yang pulang kampung saat lebaran. Gugus tugas terus melakukan penyisiran untuk memastikan tidak terjadinya lonjakan kasus corona di Bumi Multatuli.

“Sekarang pemerintah melonggarkan pembatasan sosial. Kebijakan ini harus diiringi dengan kedisiplinan masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan. Jika tidak, saya khawatir terjadi ledakan kasus corona di daerah,” tukasnya. (Mastur)