Kasus Covid-19 Meningkat dan Vaksinasi Guru Baru 78 Persen, Sekolah Tatap Muka Terancam Gagal 

0
1459
Walikota Serang meninjau simulasi belajar tatap muka, di SDN 2 Kota Serang, beberapa waktu lalu.

SERANG – Pelaksanaan belajar tatap muka PAUD, TK, SD dan SMP di Kota Serang yang dijadwalkan 12 Juli 2021 terancam gagal. Selain angka kasus Covid-19 terus meningkat, jumlah vaksinasi guru baru mencapai 75,8 persen. 

Informasi yang dihimpun Radar Banten hingga saat ini Pemkot Serang Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kota Serang belum mengadakan rapat terkait pelaksanaan belajar tatap muka. Kedua, program vaksinasi guru dari total guru sebanyak 6.913 guru ada sebanyak 2.016 guru belum menerima vaksin. 

Kemudian, zona Covid-19 Kota Serang terus mengalami pengingkatan menjadi zona orange. Selanjutnya, hingga saat ini Gubernur Banten yang menjadi rujukan Walikota Serang belum memberikan izin secara tertulis terkait dengan pelaksanaan sekolah tatap muka.

Walikota Serang Syafrudin mengaku sinyal pembatalan sekolah tatap muka keluar dari Gubernur Banten yang melihat peningkatan kasus Covid-19. “Kemungkinan (batal-red) karena memang di kita ini (angka kasus Covid-19 meningkat-red). Jangankan di Kota Serang sebagai pusat ibu Kota Provinsi, di Lebak saja di gunung-gunung sudah orange, di Pandeglang Ujung Kulon juga orange,” ujarnya kepada wartawan, Rabu (23/6). 

Syafrudin mengatakan, sejauh ini Pemkot melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Serang telah siap menjalankan sekolah tatap muka. Dindikbud di 18-19 Agustus 2020 telah melaksanakan belajar tatap muka. “Kita sudah siap. Secara teknis, mulai dari bangku yang jaga jarak, hand sanitizer, tempat cuci tangan hingga thermo gun,” katanya. 

“Apabila instruksi dari Provinsi mengizinkan untuk terus tatap muka, saya harus siap. Sekarang sudah siap. sudah simulasi, vaksinasi Guru, Insya Allah kami siap,” tambahnya. 

Sementara itu, Kepala Dindikbud Kota Serang Wasis Dewanto mengaku saat ini pihaknya memiliki waktu 20 hari untuk mempersiapkan pelaksanaan tahun ajaran baru. “Kalau syarat tatap muka guru wajib divaksin, kalau ada guru yang belum tidak boleh mengajar,” terangnya. 

“Sejak 5 April 2021 (saat zona kuning-red) kami sudah mengajukan izin ke Pemkot Serang untuk pelaksanaan tatap muka,” tambah Wasis. 

Wasis mengaku, hingga saat ini pihaknya menunggu kepastian dari Pemkot Serang terkait pelaksanaan sekolah tatap muka. “Izin tatap muka itu tidak dipengaruhi zonasi. Dan Instruksi Mendikbud Juli belajar tatap muka harus berjalan,” terangnya.

Wasis mengatakan, pelaksanaan sekolah tatap muka dapat berjalan apabila semua elemen terlibat aktif melakukan protokol kesehatan dalam keseharian sehingga kasus positif Covid-19 terus menurun. (Fauzan Dardiri)