Kasus Covid-19 Nasional Naik, Seluruh Banten Masuk Zona Kuning

SERANG – Kasus penyebaran Covid-19 secara nasional mengalami kenaikan tajam. Per kemarin saja, pemerintah menyampaikan penambahan kasus positif corona yaitu 2.657. Angka ini merupakan angka penambahan tertinggi sejauh ini di Tanah Air. Dengan tambahan itu, total kasus positif Covid-19 di RI per 9 Juli adalah 70.736.

Melihat kondisi ini, Presiden Joko Widodo menyinggung perihal itu. Jokowi menyebut kondisi saat ini sebagai ‘lampu merah’. “Sebaran COVID di seluruh Tanah Air ini sangat tergantung sekali pada bagaimana daerah mengendalikannya. Dan perlu saya ingatkan, ini saya kira sudah lampu merah lagi. Hari ini secara nasional kasus positif ini tinggi sekali hari ini, 2.657,” ujar Jokowi.

Meski secara nasional jumlah kasusnya meningkat, tapi berbeda di Provinsi Banten. Seluruh wilayah di Banten sejak Rabu (8/7) kemarin menjadi zona kuning atau resiko rendah. Satu hari sebelumnya, Tangerang Raya dan Kabupaten Serang masih dalam zona merah, sedangkan empat daerah lainnya yakni Kota Serang, Kota Cilegon, Kabupaten Lebak, dan Kabupaten Pandeglang dalam zona orange.

Meskipun sudah zona kuning, tapi hingga kemarin sore angka pasien terkonfirmasi Covid-19 naik delapan kasus.

Sementara di Banten, berdasarkan data Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Banten, jumlah pasien terkonfirmasi positif hingga kemarin sore sebanyak 1.397 kasus, dengan rincian masih dirawat 255 orang, 1.053 orang sembuh, dan 89 orang meninggal dunia. Selain angka terkonfirmasi positif yang naik, jumlah PDP juga naik 21 orang dibandingkan kemarin lusa menjdi 3.125 orang. Sedangkan ODP naik 20 orang menjadi 10.071 orang.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Banten, dr Ati Pramudji Hastuti menyampaikan, berdasarkan hasil evaluasi dengan menggunakan 15 indikator kesehatan masyarakat menuju masyarakat produktif dan aman Covid-19 berbasis data. “Hasil penilaian ke 15 indikator ini, Banten memiliki total skor 2,7 yang menyebabkan Banten menjadi zona kuning,” ujar Ati, kemarin.

Ati mengatakan, 15 indikator yang menjadikan Banten dinyatakan zona kuning oleh pemerintah pusat karena Tanah Jawara ini selama dua pekan terakhir terjadi penurunan jumlah kasus positif; penurunan jumlah kasus ODP dan PDP; penurunan jumlah meninggal dari kasus positif; penurunan jumlah meninggal dari kasus ODP dan PDP; dan penurunan jumlah kasus positif yang dirawat di RS. Berikutnya, penurunan jumlah kasus ODP dan PDP yang dirawat; kenaikan jumlah sembuh dari kasus positif (di atas 75%); kenaikan jumlah selesai pemantauan dan pengawasan dari ODP dan PDP; penurunan laju insidensi kasus positif per 100.000 penduduk; serta penurunan angka kematian per 100.000 penduduk.

Kemudian, tambah Ati, jumlah pemeriksaan spesimen meningkat; Positivity Rate kurang dari lima persen (dari seluruh sampel yang diperiksa, proporsi positif hanya lima persen); jumlah tempat tidur di ruang isolasi RS Rujukan mampu menampung sampai dengan 20 persen jumlah pasien positif Covid-19; serta jumlah tempat tidur di RS Rujukan mampu menampung sampai dengan kurang dari 20 persen jumlah ODP, PDP, dan pasien positif COVID-19. “Dan yang terakhir angka tingkat penularan aktif efektif kurang dari satu sebagai indikator pelengkap atau untuk triangulasi saja,” urainya.

Kata dia, untuk menjadi zona hijau, masyarakat harus tetap menggunakan protokol kesehatan di mana pun, kapan pun, dan apa pun aktivitasnya. Selain itu, perilaku hidup bersih dan sehat juga harus menjadi budaya hidup sehari-hari. “Skrining dan tracing terhadap kontak harus terus dilakukan,” ujar Ati.

Terpisah, Gubernur Banten, Wahidin Halim mengatakan, seluruh wilayah Banten menjadi zona kuning berkat upaya kerja keras seluruh pihak, baik tim kesehatan yang didukung Polri dan TNI serta berbagai unsur lainnya. Meskipun begitu, ia mengingatkan agar masyarakat  yang sudah melakukan aktivitas di luar rumah tetap memperhatikan protokol kesehatan. “Karena sudah mulai beberapa aktivitas bisnis berjalan dan mereka tetap harus menerapkan protokol kesehatan dan tetap dalam kendali serta pengawasan agar tidak terjadi pelanggaran,” ujarnya.

Namun demikian, pria yang akrab disapa WH ini menyarankan agar masyarakat yang rentan tetap di rumah. Dirinya juga instruksikan Dinas Kesehatan untuk tetap melakukan penelusuran kontak agresif/masif pada kasus positif, ODP, maupun PDP dengan Swab PCR. “Saya ingin hingga ke titik nol, sampai titik yang aman hingga tidak ada lagi penularan,” tegasnya.

Ia mengatakan, pekan lalu Banten telah keluar dari sepuluh besar kasus Covid-19 di Indonesia. Kini wilayah Banten telah masuki zona kuning dengan jumlah kumulatif kasus aktif sebanyak 261 kasus. Jumlah kumulatif sendiri didapatkan dari jumlah kasus positif dikurangi jumlah kumulatif kasus sembuh dan meninggal.

Data dari Gugus Tugas Penanganan Percepatan Covid-19 Nasional pada Rabu (8/7) lalu, wilayah Banten telah memasuki zona kuning atau kasus per hari terletak pada kisaran 101 sampai 500 kasus. Hingga saat ini dari data yang ada, untuk zona hijau ada 15 provinsi, zona kuning sebanyak enam provinsi, zona orange delapan provinsi, dan zona merah sebanyak lima provinsi.

OPTIMISTIS KE ZONA HIJAU

Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Serang, W Hari Pamungkas mengatakan, Kota Serang berstatus zona kuning sejak 21 Juni 2020. Artinya, tidak ada peningkatan signifikan terkait dengan kasus positif Covid-19. “Kita sejak 21 Juni 2020 berstatus kuning. Penyebaran epidemoliginya di bawah lima. Pertumbuhan Covid-19 bisa dikendalikan,” ujarnya.

Saat ini, kata dia, sejak Maret 2020 terdapat tujuh pasien positif Covid-19 tengah melakukan isolasi. Sebanyak 19 pasien positif dinyatakan sembuh dan dua pasien positif meninggal dunia. Kata Hari, penurunan kasus disebabkan oleh terus meningkatnya kesadaran masyarakat. “Sekarang memasuki new life style, boleh beraktivitas tapi menerapkan protokol kesehatan, seperti menggunakan masker dan cuci tangan,” katanya.

“Saya optimistis, Kota Serang bisa turun ke status zona hijau, sepanjang masyarakatnya mau bekerja sama mengikuti anjuran pemerintah,” tambah Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Serang ini.

Menurut Hari, ke depan, pihaknya terus berupaya berbagai langkah untuk menurunkan menjadi zona hijau, tujuannya agar aktivitas berjalan normal. Terutama, berkaitan dengan pelaksanaan pendidikan. “Yang sedang kita upayakan, bagaimana di tahun ajaran baru ini menerapkan aktivitas pendidikan tatap muka, seperti pelaksanaan masa perkenalan lingkungan sekolah (MPLS),” katanya.

Senada dikatakan Ketua Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten, Serang Ratu Tatu Chasanah. Kata dia, Kabupaten Serang menjadi zona kuning dari zona merah karena kasus Covid-19 yang terus menurun. “Mudah-mudahan setelah kuning menjadi hijau,” katanya.

Tatu mengatakan, sebelumnya Kabupaten Serang menjadi zona merah karena ada warga yang positif Covid-19 dari Jakarta yang pulang kampung. Kemudian, menyebar ke yang lainnya. “Mudah-mudahan kita bisa menjaga diri, harus selalu waspada,” ujarnya.

Meski demikian, kata Tatu, protokol kesehatan Covid-19 di masyarakat belum dilakukan pelonggaran. Apalagi, tingkat kesadaran masyarakat harus terus ditingkatkan. “Kita terus melakukan edukasi kepada masyarakat, apalagi masyarakat masih merasa tidak nyaman kalau harus pakai masker,” ucapnya. (nna-fdr-jek/air)