Ilustrasi (guesehat.com).


LEBAK – Tahun ini kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Lebak meningkat. Hingga bulan Febuari terdapat 51 kasus dan 1 meninggal. Tahun 2018 lalu, kasus DBD hanya 37 kasus, tanpa ada yang meninggal.

Kepala Dinas Kesehatan Lebak Maman Sukirman mengatakan, 51 kasus DBD terdapat di 13 kecamatan dari 28 kecamatan di Lebak. Pihaknya langsung melakukan fogging atau pengasapan di daerah yang ditemukan kasus DBD.

“Daerah perkotaan merupakan daerah endemis DBD, seperti Kalanganyar dan Cibadak. Meskipun telah dilakukan fogging, warga mesti waspada dan meningkatkan kebersihan. Fogging hanya membunuh nyamuk dewasa saja, tetapi tidak membunuh jentik-jentik nyamuk,” kata Maman usai menghadiri pertemuan forum SKPD penyusunan rencana kerja tahun anggaran 2020 Dinkes Lebak, Selasa (19/2).

Ia menjelaskan, populasi nyamuk aedes aegypti berkembang biak pada genangan air bersih yang tidak menyentuh tanah. Karena itu masyarakat harus menjaga kebersihan lingkungan. “Jika warga menjaga kebersihan lingkungan dengan baik, dipastikan tidak akan mudah terjadi penularan DBD,” ungkapnya. (Nurabidin/Aas)