Kasus Gizi Buruk di Kecamatan Patia Tinggi

Gizi Buruk

PATIA – Kasus gizi buruk di Kecamatan Patia saat ini masih tinggi. Pada 2015, tercatat ada 23 bayi dan pada enam bulan terakhir tahun ini sebanyak 13 bayi. Selain karena lemahnya ekonomi masyarakat, juga disebabkan kurangnya pemahaman sebagian warga tentang pola hidup sehat. Khususnya pengetahuan tentang pemenuhan gizi sempurna terhadap anak atau bayi di bawah lima tahun (balita).

“Benar, gizi buruk di sini masih tinggi sebagaimana yang tercatat di setiap posyandu. Namun, kami terus bekerja keras soal itu. Berupaya memberikan saran khusus kepada para ibu hamil agar memberikan asupan gizi sempurna terhadap anak dalam kandungan,” ujar Koordinator Bidan pada Unit Pelaksana Teknis (UPT) Puskesmas Kecamatan Patia Lilis Sulastri, Senin (20/6).

Ia berharap, semua kalangan masyarakat termasuk pemerintah desa dan kecamatan dapat bekerja sama mengurangi kasus gizi buruk di Kecamatan Patia. “Memang untuk menekan kasus gizi buruk, harus dari berbagai aspek. Mulai dari pemahaman tentang pola hidup sehat, sampai pada pemberian bantuan yang bersifat materi, dan skills guna mendorong peningkatan perekonomian masyarakat,” katanya.

Dihubungi melalu telepon seluler, Kepala UPT Puskesmas Patia Wawan Suherwan tak membantah, kasus gizi buruk di wilayahnya masih tinggi. “Perkembangan permasalahan itu setiap bulan kami selalu laporkan ke Pemkab Pandeglang melalui Dinkes (Dinas Kesehatan). Tujuannya untuk sinkronisasi. Mudah-mudahan dengan kerja keras yang kami lakukan, ke depan masalah tersebut bisa tertangani,” katanya. (Herman/Radar Banten)