Kasus Korupsi Jangan Sampai Mendegradasi Keberadaan  Pesantren

0
2145
Ketua Pengurus Wilayah Mathla’ul Anwar Provinsi Banten Babay Sujawandi

Jagat Banten sekarang ini lagi ramai soal dana hibah untuk pondok pesantren.  Kajati Banten mencium aroma adanya dugaan tindak pidana korupsi dalam bentuan hibah tersebut. Sudah ada beberapa orang yang ditahan karena diduga terlibat.

Tentu saja kita semua sangat menyayangkan tindak pidana korupsi di Banten seolah tidak ada hentinya alias sambung menyambung. Sangat kontradiktif, Banten sebagai daerah religius dan mengklaim sebagai serambi Madinah ditambah moto Banten sendiri “Iman dan Taqwa”, tetapi malah akhirnya terkenal dengan salah satu provinsi terkorup di negeri ini. 

Menurut kami, kasus korupsi hibah untuk pesantren, dari informasi yang kami baca di media, diduga dilakukan bukan oleh kalangan pesantren. Justru dalam hal ini pesantrren yang dirugikan dan menjadi korban. Sebagai Ketua Pengurus Wilayah Mathla’ul Anwar Provinsi Banten, sangat mengharapkan agar kasus korupsi hibah pesantren jangan sampai bergeser dan berkembang ke isu lain, apalagi sampai memecah belah dan mendegradasi keberadaan pesantren. Dosa bagi kita apabila sampai pesantren yang jadi korban. Tidak terhingga peran dan sumbangsih pesantren dalam menciptakan sumber daya manusia yang berilmu, beriman, bertakwa, dan berakhlakul karimah. Bahkan dalam jaman penjajahan, tidak ternilai peran pesantren dalam memerdekaan bangsa dan negara. 

Sudahi saja narasi dan polemik yang mengarah pada perpecahan. Kita serahkan dan dukung penanganan kasus korupsinya kepada aparat penegak hokum. 

Justru yang sekarang harus kita dorong, pemerintah daerah dan seluruh stakeholders, mestinya bahu-membahu bagaimana caranya membantu pemberdayaan pesantren. Karena itu, hibah untuk pesantren sebaiknya terus ditambah dan ditingkatkan, tetapi tidak dijadikan bancakan korupsi. 

Kita juga harus terus mendorong keberadaan Forum Silaturahmi Pondok Pesantren (FSPP), sebagai lembaga yang memiliki posisi mulia dalam pembenahan dan pemberdayaan pesantren. FSPP harus terus berkomitmen membina dan mengembangkan keberadaan pesantren. FSPP harus benar-benar diisi dan dikelola oleh orang-orang yang memiliki keikhlasan, berintegritas dan terhindar dari kepentingan politik praktis. FSPP bermitra dengan pemerintah, tapi tidak boleh terkooptasi. FSPP bermitra dan bekerjasama dengan ormas-ormas Islam, dengan peantren, dengan dunia usaha dan lain-lain. FSPP kita harapkan bisa merangkul semua komponen dengan tetap berpegang teguh pada misi Islam rakhmatan lil alamin dan ahlus sunnah wal jamaah.

Babay Sujawandi, Ketua Pengurus Wilayah Mathla’ul Anwar Provinsi Banten