Kasus Mayat Dalam Karung: Polisi Buru Pembunuh Asep

Ilustrasi.

SERANG – Petugas gabungan Resmob Polda Banten dan Satreskrim Polres Pandeglang masih memburu pelaku pembunuhan terhadap Asep Hidayat (47). Pelaku yang sudah teridentifikasi diketahui melarikan diri usai mengeksekusi korban.

“Iya kami backup (Polres Pandeglang-red). Identitasnya dan segala macam sudah ketahuan, tinggal tunggu saja (ditangkap-red). Jangan dulu disebutin (identitas pelaku-red). Sabar-sabar saja,” kata Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Banten Komisaris Besar Polisi (Kombespol) Novri Turangga, dikonfirmasi Radar Banten, Selasa (9/4).

Mayat Asep sebelumnya ditemukan di bibir pantai dekat Hotel Karibea, Desa Tegalpapak, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pandeglang, Minggu (7/4). Saat ditemukan tangan Asep dalam posisi terikat dan menjulur keluar karung. Sedangkan tubuh korban melingkar dalam karung dan mengapit batu besar.Penemuan jasad Asep tersebut pertama kali ditemukan pemulung sekira pukul 08.00 WIB. Temuan mayat tersebut kemudian dilaporkan ke petugas kepolisian. Tak lama dari laporan tersebut, petugas Satreskrim Polres Pandeglang dan Inafis Satreskrim Polres Pandeglang tiba di lokasi dan menggelar olah tempat kejadian perkara (TKP).

Saat ditemukan, petugas tak mendapati identitas. Korban hanya didapati mengenakan celana dalam.

Petugas menggunakan alat Mobile Automatic Multi Biometric Identification System atau MAMBIS berhasil mengidentifikasi korban. Sidik jari korban masih bisa terbaca dan terekam dalam data base KTP elektronik.

Beberapa jam dari temuan mayat tersebut, identitas korban berhasil diungkap. Korban diketahui bernama Asep, warga Desa Panyaungan, Kecamatan Cihara, Kabupaten Lebak.

Jasad korban kemudian oleh petugas dikirim ke RS dr Dradjat Prawiranegara, Kota Serang, untuk diautopsi. Diduga Asep merupakan korban pembunuhan.

Hasil pemeriksaan luar terhadap jasad korban terdapat luka lebam pada bagian kepala. Lebam tersebut disebabkan hantaman benda tumpul.

Selain lebam pada bagian kepala, di perut korban juga didapati luka sayatan. Belum dapat disimpulkan penyebab luka tersebut apakah disebabkan benda tajam atau batu yang dijadikan pemberat untuk menenggelamkan korban.

“Terdapat kekerasan benda tumpul di kepala dan wajah. Ada luka sayatan tajam di perut. Sementara sebab mati belum bisa disimpulkan,” kata dr Budi Suhendar, ahli forensik RS dr Dradjat Prawiranegara, Kota Serang, Senin (8/4). 

Dijelaskan Budi, korban telah meninggal lebih dari sehari sebelum ditemukan warga. Namun, dia enggan merinci tepatnya korban meninggal.

“Dilihat dari kondisi mayat yang telah membusuk, lebih dari satu hari. Kesimpulan kita sudah disampaikan kepada penyidik. Silakan tanya penyidik saja,” kata Budi.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Banten Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Edy Sumardi mengatakan, sebelum ditemukan tewas, korban sudah tujuh hari tidak pulang ke rumah. “Selama tujuh hari itu belum ada laporan (kehilangan-red),” kata Edy. (mg05-nda/ira)