Kasus Perdagangan Anak di Bawah Umur Kembali Terungkap, Kini di Lebak

SERANG – Kasus perdagangan anak di bawah umur melalui prostitusi kembali terungkap.  Setelah beberapa waktu lalu terungkap di Kabupaten Pandeglang, kini di Kabupaten Lebak.

Penangkapan terhadap tersangka dilakukan pada Kamis (4/5) kemarin. Sat Reskrim Polres Lebak mengamankan Suberi alias Mak Berry warga Kampung Jangan Rt. 005 Rw. 002 Desa Asem, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Lebak.

Karyawan salon tersebut diamankan di Hotel Mutiara Kampung Ojar, Desa Cilangkap, Kecamatan Kalanganyar, Kabupaten Lebak. “Tersangka diamankan setelah berhasil dipancing oleh petugas,” ujar Kabid Humas Polda Banten AKBP Zaenudin, Jumat (5/5).

Anggota Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Lebak menghubungi tersangka dan berpura-pura sebagai lelaki hidung belang untuk memesan wanita pada hari Kamis (4/5) sekitar 23.00 WIB di Hotel Mutiara Lebak.

Setelah bertemu di lokasi, petugas yang menyamar dan tersangka melakukan transaksi dengan cara membayar wanita pesanan sebesar Rp700 ribu kepada tersangka. “Selanjutnya anggota Sat Reskrim Polres Lebak langsung datang dan mengamakan tersangka yang berperan sebagai muncikari beserta anak buahnya,” ujarnya.

Barang bukti yang diamankan, satu dus alat kontrasepsi merk Sutra yang berisikan 12 buah, satu unit handphone merk Samsung tipe GT – 1772 warna putih dengan motif Hello Kitty dan handphone OPPO Neo Seven berwarna putih. Kemudian, uang tunai sebanyak Rp800 ribu.

Tersangka melanggar Pasal 88 Jo Pasal 296 UU No. 35 Thn 2014 tentang perubahan atas UU No. 23 Thn. 2002 tentang Perlindungan Anak Jo Pasal 506 KUH Pidana. (Bayu Mulyana/coffeandchococake@gmail.com)