Kasus Politik Uang Pilkada Kota Serang Temui Kebuntuan

SERANG – Polisi menemui kebuntuan dalam mengusut oknum yang diduga menjadi penyandang dana politik uang Pilkada Kota Serang. Oknum yang disebut-sebut berinisial Sry itu, sudah tiga kali mangkir saat dipanggil polisi.

“Sudah tiga kali panggilan. Tapi, yang bersangkutan ini yang saya tahu belum memenuhi panggilan kami,” kata Kapolres Serang Kota Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Komarudin kepada Radar Banten, Kamis (5/7).

Diketahui, Jumat (29/6), polisi telah menetapkan status tersangka politik uang terhadap seorang pria berinisial RSD. Tersangka diduga kuat mengarahkan tiga warga Kalanganyar, Kecamatan Taktakan, Kota Serang, untuk memilih salah satu paslon pada Pilkada Kota Serang, Rabu (27/6) lalu.

RSD diamankan petugas Saber Antipolitik Uang Panwaslu Kota Serang karena dituding telah membagikan sejumlah uang kepada tiga warga berinisial MH, MK, dan ER. Turut diamankan uang pecahan sebesar Rp10 ribu dan Rp20 ribu sebagai barang bukti. RSD disangka melanggar Pasal 187 huruf a ayat (1) UU No 10 Tahun 2016 tentang Pilkada. Ancaman pidana maksimal enam tahun penjara dan denda Rp1 miliar.

Dalam proses penyidikan, diperoleh keterangan bahwa tersangka mendapatkan uang dari seseorang berinisial Sry. Namun, polisi belum bisa memanggil Sry untuk dimintai keterangan atas dugaan keterlibatannya dalam kasus politik uang. “Posisi yang bersangkutan (oknum penyandang dana) belum diketahui ada di mana. Yang jelas, beberapa kali kami ke rumahnya, dia tidak ada di tempat,” terang Komarudin.

Kendati demikian, Komarudin memastikan status tersangka RSD tidak akan terganggu dengan belum adanya keterangan dari oknum Sry tersebut. Sebab menurutnya, berkas perkara tersangka itu sudah dilimpahkan ke kejaksaan.

“Sudah maju di jaksa. Kalau status tersangka sudah kuat dan enggak mengganggu ke penyidikan. Pemanggilan yang bersangkutan ini hanya untuk pengembangan saja, kita butuh keterangannya untuk pengembangan terhadap tersangka yang sudah kita limpahkan ke jaksa,” tutur Komarudin.

Ia berharap, Sry bisa kooperatif dengan penyidik. Jika tidak kooperatif, kata Komarudin, ia mengancam akan melakukan pemanggilan paksa terhadap Sry. Bahkan, status Sry bisa ditetapkan menjadi tersangka karena menghalang-halangi petugas dalam melakukan penyelidikan.

“Akan dijemput paksa atau kami terbitkan DPO (daftar pencarian orang). Ini hari terakhir (kemarin) pemanggilan. Jadi, kami harapkan yang bersangkutan bisa kooperatif,” tegasnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kasi Pidana Umum (Pidum) Kejari Serang Ardi Wibowo membenarkan berkas perkara tersangka politik uang sudah dilimpahkan dari Polres Serang Kota. Saat ini, tersangka sudah ditahan di Rutan Klas IIB Serang.

“Betul, sudah dilimpahkan tahap dua. Senin (9/7) akan dilimpahkan ke pengadilan,” katanya.

Terkait keterlibatan oknum yang disebut-sebut menjadi pemberi uang, yakni Sry kepada RSD, Ardi mengatakan hal itu tidak memengaruhi hukum RSD. “Soal Sry tidak ada masalah, di berkas perkara dia tidak diperiksa sebagai saksi. Untuk alat bukti tersangka sudah kuat,” pungkasnya. (Rifat A/RBG)