Kasus Stunting Masih Tinggi, Ditarget Turun Hingga 14 Persen

0
1710

SERANG – Pemerintah menargetkan penurunan kasus stunting tahun ini hingga 14 persen. Hal itu disampaikan Kepala BKKBN Hasto Wardoyo kepada wartawan pada acara penggalangan komitmen penurunan stunting di Desa Sindangsari, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Serang, Senin (22/3).

Hadir Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) I Gusti Ayu Bintang Darmawati, Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy, Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah, dan sejumlah pejabat Pemkab Serang.

Hasto mengatakan, kasus stunting secara nasional sebesar 27,67 persen. Kemudian, khusus untuk di Banten kasus stunting sebesar 24,1 persen. “Artinya, setiap empat anak satu di antaranya mengalami stunting,” katanya.

Pihaknya tahun ini menargetkan penurunan kasus stunting menjadi 14 persen. Itu sesuai dengan amanat yang disampaikan oleh Presiden Joko Widodo.

Menurut Hasto, kasus stunting sangat berkaitan dengan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Kemudian, juga berkaitan dengan kesehatan ibu hamil. “Karena itu, harus dilakukan pendampingan bagi setiap ibu hamil,” ujarnya.

Pihaknya mencatat, hampir 43 persen ibu hamil mengalami anemia. Kata dia, kondisi itu sangat berpengaruh pada kesehatan kandungan hingga bisa menyebabkan kematian ibu dan bayi. “Di setiap daerah, ibu hamil anemia selalu di atas 30 persen,” ucapnya.

Menurut Hasto, penurunan angka stunting tentu bukan hanya tugas pemerintah pusat saja. Akan tetapi, juga harus melibatkan seluruh jajaran pemerintahan di tingkat daerah. “Ini perlu menjadi perhatian kita bersama, termasuk partisipasi masyarakat juga,” pungkasnya. (Abdul Rozak)