Kata Pengamen: Razia Pengamen di Kota Serang Tidak Menyelesaikan Masalah

0
602 views
Salah seorang pengaman saat didata.

SERANG – Sebanyak lima pengamen yang kena razia Satpol PP Kota Serang protes dan tidak mau mengisi data atau surat perjanjian tidak akan mengamen kembali jalanan di Kota Serang.

Pendataan dilakukan setelah lima pengamen terkena razia di Sumur Pecung, Rabu (25/1), pada pukul 11:00 WIB. Kemduian diserahkan ke Dinsos Kota Serang pukul 12:00 Wib untuk dilakukan pendataan. Mereka tidak mau mengungkapkan identitas diri karena sering terkena razia.

Salah satu pengamen, Lukman (50), dirinya sudah beberapa kali didata oleh Dinsos Kota Serang maupun Satpol PP. Tapi tidak ada bantuan yang diberikan kepada dirinya untuk usaha. “Saya ini udah sering didata begini. Buat apalagi saya didata. Saya maunya penyelesaian yang diberikan,” katanya.

Kabid Pelayanan Rahabilitasi Sosial Kota Serang Mustofa mengaku bingung dengan perilaku lima pengamen tersebut, karena baru pertama kalinya ada pengamen yang memberontak.

Kata Mustofa, Dinsos Kota Serang hanya memiliki rumah singgah saja dan tidak ada rumah rehabilitasi yang dapat mengajarkan pengamen, anjal, PSK maupun pengemis berwirausa. “Saya baru ini nemu kasus yang begini. Tidak mau didata oleh Dinsos Kota Serang. Sedangkan kita masih kekurangan sarana prasarana dalam mengatasi pengamen, anjal, PSK, dan pengemis untuk diberikan pelatihan,” ujarnya. (Ade F)