Aksi aktivis dakwah kampus di Ciceri.

SERANG – Sering terjadi tindakan kekerasan seksual, ratusan aktivis dakwah kampus se-Kota Serang pawai menolak perayaan Valentine’s Day setiap 14 Februari. Mereka membagikan bunga, selebaran berisi ajakan untuk hidup

“Valentine’s Day yang diklaim sebagai hari kasih sayang ternyata hanya kedok semata. Dari yang diperoleh dari KPA (Komisi Perlindungan Anak-red) pada tahun 2013-2014, ada sekitar 108 kasus kekerasan yang dilakukan pada saat perayaan Valentine’s Day,” ungkap Koordinator Lapangan Asep Waryanto kepada wartawan di Jalan Jenderal Sudirman, Ciceri Kota Serang, Sabtu (13/2/2016).

Selain itu, tambah Asep, dari data Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) tahun 2013, seks bebas atau seks di luar nikah pada usia 14-19 tahun sebanyak 41,8 persen. “Jika hal ini terus dibiarkan maha akan menimbulkan lost generation,” katanya.

Selain itu, para aktivis mengajak kepada generasi muda di Banten dan khususnya Kota Serang agar pada 14 Februari ini dijadikan sebagai gerakan menutup aurat internasional, bukan sebagai Hari Valentine.(Fauzan Dardiri)