Kawanan Curanmor di Pandeglang Dibekuk

0
221 views
Epi (dua kanan) dan Husen (dua kiri) saat dihadirkan polisi kepada wartawan di Mapolres Pandeglang, Jumat (2/8). Foto Yunadi Banten Raya

PANDEGLANG – Dua orang kawanan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) diringkus petugas Satreskrim Polres Pandeglang. Polisi mengamankan sejumlah onderdil motor hasil curian sebagai barang bukti.

Kedua pelaku yakni Epi dan Husen. Dua warga Pandeglang itu ditangkap di kediaman masing-masing, Selasa (30/7) lalu. Berawal dari laporan Masun (51) pada 7 Maret 2019 di Mapolsek Panimbang. Masun melaporkan motor motor jenis matic miliknya telah raib dicuri saat parkir di depan rumah.

“Sesuai laporan polisi Nomor:LP/18/III/2019/Polsek.Panimbang pada 7 Maret 2019 dengan korban atas nama Masun (51),” kata Kapolres Pandeglang Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Indra Lutrianto Amstono, Jumat (2/8).

Saat proses penyelidikan, kecurigaan polisi mengarah kepada Epi. Polisi meringkus Epi di kediamannya. Berbekal pengakuan Epi, polisi kemudian meringkus Husen. “Epi berperan melakukan pencurian kendaraan di halaman rumah warga. Sedangkan, tersangka Husen membeli barang hasil curian dari Epi untuk dijual kembali,” jelas Indra.

Saat diamankan, polisi menemukan sejumlah onderdil motor yang diduga hasil curian. Di antaranya, boks depan dan belakang motor Honda Beat, boks bawah, spakbor depan dan belakang, boks bagasi, knalpot, serta shock bagian depan.  “Kepada masyarakat berhati-hati dalam menyimpan kendaraannya, khususnya roda dua. Walaupun sudah berada dalam rumah, tetap dikunci dan pintu pagar dikunci,” imbau Indra.

Sementara Kasat Reskrim Polres Pandeglang Ajun Komisaris Polisi (AKP) Deddy Hermawan mengatakan, kedua pelaku dijerat pasal berbeda. Epi dijerat Pasal 363 KUH Pidana. Sedangkan, Husen dijerat pasal 480 KUH Pidana. “Untuk ancaman kurungan penjara tujuh tahun dan empat tahun,” tuturnya.

Deddy mengaku masih terus mendalami kasus curanmor. “Dua tersangka sudah kita tahan untuk dilakukan pemeriksaan dan pengembangan,” katanya. (brp/nda/ags)