Kawanan Perampok Ingin Rampas Mobil, Leher Sopir Dijerat Kabel

0
782 views

SERANG – Niat baik Rohmat Eko (42) warga Tangerang, dibalas dengan perbuatan jahat oleh Junaedi (35) dan Wandi (37) yang juga warga Tangerang. Keduanya tega menjerat leher Rohmat untuk merampas mobil rental yang mereka tumpangi.

Berdasarkan keterangan yang berhasil dihimpun, percobaan perampasan mobil ini terjadi di Tol Tangerang – Merak KM 68, tak jauh dari akses masuk rest area Bogeg, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang, Selasa (1/8) sekitar pukul 21.00 WIB.

Awalnya kedua tersangka mengaku sebagai pedagang pakaian dan meminta korban mencarikan kendaraan yang bisa disewa untuk mengantarkan ke Pandeglang. Karena tak curiga, warga Tangerang ini akhirnya membantu mencarikan kendaraan yang diinginkan. Setelah mendapatkan kendaraan, korban kemudian mengantarkan ke lokasi yang dituju.

Di lokasi kejadian, salah satu pelaku yang duduk di samping korban meminta untuk berhenti sejenak karena ingin buang air. Ketika korban menunggu, Wandi yang duduk di belakang korban tiba-tiba menjeratkan kabel kawat ke leher korban. Beruntung pada saat itu tangan korban berhasil menahan sehingga tidak sampai mencekik leher.

Saat terjadi perlawanan, korban berteriak minta tolong. Beruntung teriakan sopir mobil rentalan ini terdengar petugas sekuriti dan aparat kepolisian yang tengah berada di rest area. Mendengar teriakan minta tolong petugas pun langsung berhamburan ke lokasi. Mengetahui aksinya diketahui, kedua tersangka berusaha kabur namun berhasil diringkus.

“Dari hasil pemeriksaan, modus operandi kejahatan, tersangka berpura-pura merental kendaraan korban,” ungkap Kasubdit II Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Banten AKBP Yoga Priyahutama, Rabu (2/8).

Dua tersangka tersebut kini ditahan di Mapolda Banten, berikut barang buktinya kabel kawat, mobil Toyota Calya B 1063 CG. Dalam penggeledahan dari kendaraan minibus ini, petugas juga menemukan satu paket sabu beserta alat hisapnya yang diduga milik kedua tersangka.

“Ketika digeledah, kami juga mendapatkan narkoba yang diduga jenis sabu lengkap dengan alat hisapnya,” ungkapnya.

Keduanya dijerat Pasal 365 KUHP dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara. Yoga mengingatkan kepada pengemudi, khususnya kendaraan yang dicarter jangan mudah percaya dengan permintaan penumpangnya jika diminta berhenti di tempat sepi dengan alasan apapun. Upayakan berhenti di dalam rest area. Kalaupun dipaksa berhenti, upayakan ikut keluar dari kendaraan.

“Juga jangan mengkonsumsi makanan atau minuman pemberian penumpang karena dikhawatirkan beracun,” imbaunya. (Bayu Mulyana/coffeandchococake@gmail.com)