Kawasan Hutan Adat Ditanami Ribuan Pohon

0
2891
Wakil Bupati (Wabup) Lebak Ade Sumardi menanam pohon secara simbolis di hutan kasepuhan, Minggu (20/12).

RANGKASBITUNG – Sebanyak sepuluh ribu pohon ditanam di hutan kasepuhan Guradog, Kecamatan Curugbitung dan Kasepuhan Pasireurih, Kecamatan Sobang oleh pengurus DPD Himpunan Alumni Institut Pertanian Bogor (HA IPB) Banten beserta Majelis Permusyawaratan Masyarakat Kasepuhan (MPMK) Kabupaten Lebak, Minggu (20/12).

Selain didua wilayah itu, sejumlah pohon juga ditanam di lahan kritis yang dikedua wilayah tersebut.

Hadir Wakil Bupati (Wabup) Lebak Ade Sumardi dan sejumlah aktivis pemerhati lingkungan.

“Adat menjadi motor penggerak dalam menjaga dan melestarikan alam, karena masyarakat adat sendiri hidup dengan alam. Saya berharap kegiatan ini diikuti oleh seluruh masyarakat,” kata Wabup Lebak Ade Sumardi.

Menurutnya, kegiatan penanaman sepuluh ribu pohon itu diinisasi DPD HA IPB Banten sebagai upaya kerja nyata masyarakat adat dalam menjaga dan melestarikan alam sebagai salah satu upaya dalam memitigasi bencana alam di Kabupaten Lebak.

“Tentunya, melalui kegiatan penanaman pohon seperti ini, semoga bisa bermanfaat bagi keberlangsungan kehidupan manusia,” kata Ade.

Selain itu, lanjuutnya, aksi penanaman ribuan pohon tersebut sebagai bentuk kepedulian tentang pentingnya pemulihan kerusakan sumber daya alam hutan dan lahan.

“Penanaman pohon itu sangat penting bagi kehidupan manusia, maka dari itu sedini mungkin kita akan terus melakukan penanaman pohon dengan harapan semua elemen masyarakat ikut melakukan penanaman pohon,” katanya.

Sementara itu, Ketua DPD HA IPB Banten Junaedi Ibnu Jarta menjelaskan, penanaman sepuluh ribu pohon tersebut merupakan penanaman secara simbolis dan sisanya (bibit pohon) akan diberikan kepada masyarakat untuk ditanam di wilayah adat komunal masing-masing.

“Selain di tempat ini secara simbolis, ada juga kasepuhan secara bersamaan paralel di kasepuhan Pasir Eurih, mereka juga melakukan penanaman secara simbolik dan sisanya dibagikan kepada masyarakat adat untuk ditanam di hak komunal adat masing-masing,” kata Junaedi.

Dia berharap, kegiatan serupa juga dapat dilakukan oleh berbagai elemen masyarakat agar luas lahan kritis di Lebak dapat terus ditekan.

“Ya, kalau tak ada yang peduli terhadap lingkungan hutan tentu sangat berbahaya dan kegiatan seperti ini sangat penting dilakukan, maka saya berharap kegiatan ini bisa menjadi motivasi untuk warga yang lain agar keberadaan hutan yang ada di kita selalu terjaga dan terawat,” katanya. (nce/zis)