Kawasan Kumuh Disulap Jadi Kampung Markisa, Jadi Daya Tarik Wisatawan

Warga Kampung Markisa RT 01, RW 02, Kampung Pasarbaru foto bersama dengan wisatawan asal Inggris, Rabu (4/7).

Banyak cara untuk mempercantik wilayah tempat tinggal, salah satunya seperti yang dilakukan di RT 01, RW 02, Kelurahan Pasarbaru, Kecamatan Karawaci yang sering disebut Kampung Markisa.

HAIRUL ALWAN – KARAWACI

BEGITU memasuki Kampung Markisa pengunjung langsung disuguhkan dengan pemandangan hijau dari sejumlah pohon markisa yang merambat di hampir seluruh wilayah. Warga meletakkan pohon markisa di halaman rumah dan sejumlah lahan-lahan yang ada.

Sejumlah gang bahkan dipasang kayu-kayu untuk dijadikan rambatan pohon markisa, tanah lapang berupa taman juga dijadikan tempat untuk membudidayakan pohon itu. Tembok warga juga dimanfaatkan hal yang sama, dan digambar dengan motif warna warni yang bertulisan Kampung Markisa.

Lurah Pasarbaru Yudi Pradana mengatakan, awalnya Kampung Markisa termasuk salah satu kawasan kumuh di Kota Tangerang. Dan pada Desember lalu Kota Tangerang membuat perlombaan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). ”Dari dulu di sini memang banyak pohon markisa cuma belum sebanyak ini, karenanya kami berpikir untuk lebih membudidaykan markisa,” katanya kepada Radar Banten, Rabu (4/7).

Kata Yudi, nama markisa juga bukan hanya berasal dari nama buah yang banyak ditanam di lingkungan tempat tinggalnya saja. ”Jadi itu kepanjangan Markisa yakni ‘Mari Kita Sadar’, dan kami membuktikan setelah PHBS selesai kami tetap menjaga kondisi Kampung Markisa,” ungkapnya.

Yudi menyebutkan, kampung tersebut sering kali didatangi pengunjung baik dari sekitar Tangerang ataupun dari luar Tangerang, bahkan tak sedikit juga turis dari negara lain datang. ”Mereka datang ke sini karena katanya bagus untuk tempat foto dan suasananya terasa sejuk,” tuturnya.

Yudi menginginkan ke depan Kampung Markisa dapat menjadi pemberdayaan ekonomi warga sekitar. Saat ini, hasil panen markisa masih belum maksimal, karenanya buah yang ada masih dikonsumsi sendiri. ”Saat ini masih belum menghasilkan pendapatan ekonomi bagi warga, tapi ke depan karena banyak yang berkunjung bisa dibuat warung-warung,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua RW 02 M. A Nurdin menerangkan, ”Wisatawan tiba sekitar sore hari, dan langsung mendapat sambutan hangat dari warga di sini. Banyak anak-anak yang menyalami para wisatawan tersebut, terlebih kepada Mr. Keith Cameron dan istrinya Peni asal Inggris,” katanya.

Para wisatawan yang datang mengaku senang dengan Kampung Markisa, selain lokasinya yang asri juga warganya yang dinilai sangat ramah. ”Kami di sini memang memberikan pengetahuan kepada warga, agar selalu ramah kepada siapa saja yang datang ke sini. Karena itu penting, mengingat Kampung Markisa merupakan kampung wisata yang ke depan harapannya bisa terus berkembang dan bermanfaat bagi masyarakat,” ungkapnya.

Kata Nurdin, saat dua wisatawan asal Inggris datang ke Kampung Markisa ia sempat menanyakan komentar mereka tentang kampung wisata yang dirintis warga RW 02. ”Kata Mr. Keith Cameroon dia senang, di sini dingin seperti di Bandung dan Sukabumi,” jelasnya.

Mereka berkeliking kampung dan juga sempat foto selfie di tempat foto yang telah tersedia. Nurdin menambahkan, wisatawan asal Inggris tersebut tampak sangat senang, itu terlihat dari raut wajahnya. (*)