KB  Bukopin Konsisten Lanjutkan  Transformasi  di  New  Normal

0
1523

JAKARTA –  Lebih  satu  tahun  sudah  pandemi  Covid-19  melanda  dunia.  Tidak  hanya berdampak  pada  kesehatan  manusia,  pandemi  telah  menyebabkan  krisis  di  berbagai  bidang.  Hal ini  telah  membuat  masyarakat  harus  terbiasa  dengan  banyak  kebiasaan  baru  (new  normal). Berjarak  menjadi  sesuatu  yang  biasa  dalam  interaksi.

Sebagai  bagian  dari  industri  perbankan,  KB  Bukopin  berusaha  merekonstruksi  bisnis  setelah mengalami  perubahan  pengendalian  dan  sebagai  upaya  mengatasi  dampak  pandemi  Covid-19. Setelah  resmi  menyandang  nama  baru  pasca  pengumuman publik  23  Februari  2021,  KB  Bukopin terus  melakukan  pembenahan  dan  inovasi  guna  mencapai  target  besar  di  2025.  Tentu  saja  hal ini  didukung  penuh  oleh  Pemegang  Saham  Pengendali,  KB  Kookmin  Bank  dan  ultimate shareholder  KB  Financial  Group.

“Sebetulnya  momen  krisis  di  tahun  2020  menjadi  momentum  tepat  bagi  kami  melakukan transformasi  secara  total,”  jelas  Rivan  Purwantono,  Presiden  Direktur  KB  Bukopin,  di  Jakarta, Jumat (30/4).

“KB  Bukopin  sedang  melakukan  penyesuaian  strategi  pasca  KB  Kookmin  Bank  resmi  menjadi PSP  dengan  kepemilikan  mayoritas  67 persen  pada  September  2020.  Perbaikan  kita  lakukan  di seluruh  lini,  seluruh  manajemen  dan  karyawan  terlibat  dan  memegang  peranan  penting  dalam transformasi  ini,  belum  lagi  kita  juga  didampingi  tim  KB  Kookmin  Bank  yang  membantu penerapan  standar  grup  KB, sehingga  ke  depannya  kita  menjadi  jauh  lebih  kuat,”  ujar  Rivan.

Transformasi  Perseroan  tentunya  membutuhkan  waktu  dan  belum  sepenuhnya  tercermin  dalam laporan  keuangan  audit  Desember  2020  dan  interim  Maret  2021 yang dirilis Jumat (30/4),  Rivan menjelaskan,  bahwa  penurunan  aset  dan  koreksi  pada  kinerja,  selain  dampak  dari  pandemi  juga disebabkan  krisis  “infodemi”  atau  banyaknya  hoax  dan  pemberitaan  negatif  yang  terjadi  mulai Maret  2020,  hampir bersamaan dengan masuknya Covid-19 di Indonesia.

“Ini  adalah  titik  terendah bagi  kami,  begitu  banyak  hantaman  yang  kami  hadapi,  tapi  dengan  kokoh  bersama  mengatasi berbagai  tantangan  dan  memulihkan  kepercayaan  masyarakat,  kami  akan  kembali  bangkit  lebih kuat.  Memasuki  tahun  2021  kondisi  ini  sudah  membaik,  dan  transformasi  yang  dilakukan  sudah on  track  dan  sesuai  dengan  business  plan  yang  telah  dirancang  hingga  2025.” tambahnya.

Terkait  kinerja  keuangan  Rivan  menjelaskan  pelambatan  bisnis  di  KB  Bukopin  pun  tidak  bisa dihindari  karena  terdampak  pandemi  Covid-19.  Restrukturisasi  kredit  tercatat  mencapai  Rp  24 triliun,  sekitar  30 persen  dari  total  kredit  yang  disalurkan  bank.  Dalam  kondisi  penuh  kehati-hatian tersebut,  Perseroan  memilih  fokus  pada  perbaikan  aset  eksisting  dan  sangat  selektif  dalam penyaluran  kredit,  Kondisi  tersebut  menurut  Rivan,  berdampak  pada  total  asset  yang  secara  year on  year  terjadi  penurunan  sekitar  19 persen.   Dari  sisi  profitabilitas,  Perseroan  melanjutkan  komitmen  mitigasi  risiko  kredit  sehingga pembentukan  CKPN  ditingkatkan  hingga  mencapai  Rp 4,7  triliun  atau  naik  175 persen dibandingkan  Desember  2019. 

Hal  ini  berdampak  pada  penurunan  CAR,  namun  demikian  penguatan  modal sudah  menjadi  komitmen  dari  Pemegang  Saham  Pengendali  –  KB  Kookmin  Bank.  Selain publikasi  Laporan  Keuangan  Audit  2020  dan  Interim  Maret  2021,  Perseroan  hari  ini  juga mempublikasikan  Laporan  Keuangan  Induk  Usaha  yaitu  KB  Kookmin  Bank.  

Perseroan  telah  mencapai  beberapa  milestone  perbaikan  dan  recovery  lebih  lanjut  di  tahun  2021. Di antaranya  peningkatan  simpanan  nasabah  dengan  biaya  dana  yang  lebih  rendah,  sedangkan BOPO secara  year  to  date  turun.  Naiknya  dana  pihak  ketiga  didominasi  dengan  sentimen  positif dari  lini  Korean  Desk  yang  pada  posisi  Maret  2021  telah  mencapai  Rp 2,4  triliun  dan  ditargetkan terus  tumbuh  untuk  memperkaya  diversifikasi  nasabah  KB  Bukopin.  

Seperti  diketahui,  transformasi  dimulai  sejak  September  2020  lalu  dengan  berbagai  inisiatif  dan inovasi  yang  membantu  recovery  dan  improvement  berbagai  aspek  Perseroan.  Di  sisi  bisnis, misalnya,  KB  Bukopin  telah  menjalankan  strategi  Good  Bank  yang  fokus  pada  perluasan  bisnis dengan  kualitas  aset  yang  baik  dan  stabil,  seperti  kredit  pensiunan,  strategic  partnership  untuk memperluas  bisnis  retail  untuk  produk  KPR,  multifinance,  credit  card,  payroll,  termasuk  perluasan market  ke  Korean  link  business,  dan  lainnya. 

Terkait  kesiapan  digital  banking,  Perseroan  tengah mematangkan  strategi  jangka  pendek  seperti  integrasi  aplikasi  Wokee  dengan  tabungan  Siaga, pengaktifan  QR  code,  simplikasi  proses  KYC,  cardless  withdrawal,  dan  lainnya.  Sedangkan transformasi  digital  untuk  jangka  panjang  dilanjutkan  hingga  KB  Bukopin  memiliki  sistem  yang canggih  dan  cepat  seperti  halnya  KB  Kookmin  Bank,  yang  sistem  IT  nya  dikembangkan  sendiri dan  akan  diadaptasi  oleh  Perseroan. 

“Transformasi  total  ini  terus  berlanjut  dengan  dilakukan  bersama  manajemen  dan  karyawan  KB Bukopin,  dan  kami  terus  melakukan  inovasi  untuk  percepatan  perbaikan  kinerja.  Dengan semangat  ini, kami  percaya  kami  bisa  menjadi  Bintang  Finansial  Indonesia.”  kata  Rivan. (aas)