Keabsahan SK Kepengurusan Askot PSSI Cilegon Masih Simpang Siur

Askot PSSI Cilegon

CILEGON – Polemik surat keputusan (SK) Asosiasi Kota (Askot) Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Cilegon semakin memanas. Itu lantaran keabsahan SK Askot PSSI Cilegon Nomor Skep/03/PSSI-BTN/I/2013 tanggal 25 Januari 2013 masih simpang siur.

Mantan Ketua Umum Pengurus Provinsi (Pengprov) sekarang Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Banten periode 2010-2014 Satim Sofyan yang menandatangani SK tersebut mengaku lupa pernah menerbitkan SK kepengurusan baru Askot PSSI Cilegon periode 2013-2017. Sementara, mantan Sekretaris Umum Pengprov PSSI Banten Imik Hidayat Rais membantah pernah menyusun kepengurusan baru Askot PSSI Cilegon periode 2013-2017.

Satim Sofyan mengatakan, ia akan meninjau kembali SK yang pernah diterbitkan di masa kepengurusannya. “Lupa karena sudah tiga tahun. Nanti saya crosscheck lagi ke pengurus lain. Sekarang saya tidak bisa komentar banyak, takut salah,” kata Satim kepada Radar Banten, Selasa (5/1/2016) sore.

Pernyataan berbeda dilontarkan mantan Sekretaris Umum Pengprov PSSI Banten periode 2011-2014 Imik Hidayat Rais. Ia dengan tegas membantah pernah menyusun atau membuat konsep SK Askot PSSI Cilegon periode 2013-2017. “Biasanya kalau ada penyusunan kepengurusan pengurus tingkat kota/kabupaten, pasti saya yang membuat konsepnya. Kalau untuk Askot PSSI Cilegon periode 2013-2017, saya tidak pernah menyusun atau membuat konsep kepengurusan baru,” tegas Imik.

Ia menyatakan, penyusunan kepengurusan baru harus disertai dengan laporan hasil musyawarah cabang (muscab) atau sekarang lebih dikenal dengan sebutan kongres. “Setahu saya masa kepengurusan Askot PSSI Cilegon berakhir 2014. Saya menerbitkan SK Askot PSSI Cilegon untuk periode 2010-2014 saja. Saya tidak pernah ingat ada muscab atau kongres lagi di Cilegon. Kalaupun di perjalanan kepengurusan periode 2010-2014 ada pergantian personalia, ya tidak harus mengganti atau membuat SK baru. Hanya revisi saja. Kalau SK baru, harus menunggu masa kepengurusan 2010-2014 berakhir,” jelasnya.

Kalaupun Askot PSSI Cilegon menyatakan pernah berkoordinasi dengan Pengprov, itu hanya berkaitan dengan pembentukan Cilegon United (CU). “Yang saya ingat mereka (Askot PSSI Cilegon-red) meminta membuat rekomendasi pembuatan klub CU, itu saja. Koordinasi terkait menyusun pengurus baru, saya tidak pernah tahu. Walaupun Askot PSSI Cilegon berkoordinasi dengan pengurus lain, seharusnya saya sebagai sekretaris umum harus tahu juga. Tapi, ini saya tegaskan bahwa saya tidak tahu-menahu dengan SK Askot PSSI Cilegon periode 2013-2017,” pungkas Imik. (RB/dre/air/dwi)