Kebakaran, Pembuangan Sampah Tak Berhenti

CILEGON – Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cilegon Ujang Iing memastikan bahwa pembuangan sampah ke TPSA Bagendung tetap berjalan meski sedang mengalami kebakaran. Hal itu karena yang mengalami kebakaran hanya di zona dua. “Masih ada zona tiga yang bisa menampung sampah,” ujar Iing di TPSA Bagendung, kemarin.

Berdasarkan data yang dihimpun, produksi sampah yang dihasilkan di Kota Cilegon mencapai 600 meter kubik per hari. Dari jumlah tersebut yang terangkut baru 236 meter kubik per hari. Ujang Iing memastikan kebakaran TPSA tidak membuat tumpukan sampah di dalam kota. Ia dan jajarannya akan tetap melakukan aktivitas seperti biasa dalam menangani persoalan sampah kota.

Terkait proses pemadaman api, Ujang Iing mengungkapkan bahwa hembusan angin dan material sampah yang mudah terbakar membuat proses pemadaman api mengalami kesulitan. “Hal itu diperparah dengan gas metana yang ditimbulkan dari sampah,” ujarnya.

Menurut Iing, gas metana tidak akan menimbulkan ledakan, tetapi sangat mudah terbakar sehingga membuat api mudah muncul. “Tim gabungan tetap siaga menangani kebakaran ini, semoga bisa segara padam,” ujarnya.

Pantauan Radar Banten Senin (5/8), di sejumlah Tempat Pembuangan Sampah (TPS) di dalam kota, truk pengangkut sampah tetap beraktivitas seperti biasa, yaitu membuang sampah yang sudah terkumpul di TPS tersebut ke TPSA.

Di TPS Pasar Kelapa, Kecamatan Cilegon, pukul 10.00 sampah sudah habis diangkut oleh truk dan dibawa ke TPSA Bagendung, kemudian, di TPS Taman Kota, Kecamatan Jombang, truk sampah milik Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cilegon terlihat sedang mengangkut sampah.

Diketahui, TPSA Bagendung, Kecamatan Cilegon, mengalami kebakaran, Sabtu (3/8). Material sampah dan gas metana membuat proses pemadaman belum juga usai hingga lebih dari 24 jam.

Informasinya, dari total luas 5,4 hektare, sekira 2.000 meter area TPSA yang terbakar. Api melahap sampah yang berada di zona dua muara akhir sampah se-Kota Cilegon tersebut. Api pertama kali terlihat pada Sabtu (3/8) sekira pukul 19.00.

Hingga Minggu (4/8) malam sekira pukul 19.00, asap tebal masih mengepul di area Bagendung. Padahal petugas sudah mengerahkan puluhan petugas dan menghabiskan lebih dari 50 tangki air untuk memadamkan si jago merah. (bam/ibm/ags)