Polisi saat mendatangi lokasi kebakaran.

LEBAK – Kepolisian Resort (Polres) Lebak memeriksa lima saksi karyawan terkait kebakaran yang terjadi pada PT. Aplus Pacifik, Rabu (14/3) kemarin di Jalan Raya Rangkasbitung-Cikande, Kampung Cikumpul, Desa Nameng, Kecamatan Rangkasbitung.

“Ya, kita sudah memeriksa lima orang saksi yang bekerja di perusahaan tersebut. Hasil keterangan sementara kebakaran tersebut terjadi akibat adanya percikan api yang jatuh ke oli yang berada dibawah saat melakukan pemotongan atau pengelasan gypsum,” kata Kapolres Lebak AKBP Dani Arianto usai menggelar ekspos di Halaman Polres Lebak, Kamis (15/3).

Untuk memastikannya, Dani mengaku, sedang dalam proses penyelidikan dan hasil dari tim forensik Mabes.

“Kita masih selidiki, apakah human error atau bukan, karena kita juga sedang menunggu hasil dari tim forensik. Kalau untuk kerugian kita belum bisa disampaikan, karena semua keterangan masih dalam proses. ,” tegasnya.

Dani mengatakan, karyawan yang melakukan pengelasan atau pemotongan gypsum di perusahaan tersebut merupakan seorang tenaga kerja asing.

“Semua saksi kita periksa, termasuk tenaga kerja asing yang saat itu sedang melakukan pemotongan atau pengelasan gypsum sebelum terjadinya kebakaran. Ya, kita juga akan periksa legalitasnya, apakah tenaga kerja asing ini mempunyai izin untuk bekerja di Indonesia, biasa mereka hanya berkunjung saja, tapi disini bekerja. Informasinya tenaga ahli tersebut dari negara Malaysia. Kita akan periksa statusnya,” tutupnya. (Omat/twokhe@gmail.com).