CILEGON – Kepala Kantor Pemadam Kebakaran Kota Cilegon Habibullah Alfarisyi menduga, kebakaran yang melanda bangunan penjaga sekolah SD Negeri Sumampir disebabkan oleh obat nyamuk bakar.

Ia mengatakan, api dari obat nyamuk bakar yang dinyalakan Ridwan Ibrahim alias Opung, korban yang tewas pada insiden itu menyambar benda yang mudah terbakar di sekitarnya. “Diprediksi penyebabnya adalah obat nyamuk. Kemudian api dari obat nyamuk itu menyambar barang yang mudah terbakar,” ujarnya melalui sambungan telepon, Senin (19/10/2015).

Pantauan radarbanten.com di lokasi, hampir seluruh barang-barang milik korban ludes terbakar. Di samping bangunan yang terbakar, terdapat sisa-sisa kapuk dari kasur milik korban yang sebagian terbakar. Diduga, api obat nyamuk sempat menyambar kasur tersebut. “Kita belum bisa pastikan, api dari obat nyamuk itu menyambar apa. Yang pasti saat ini masih dalam penyelidikan, termasuk taksiran rupiah kerugian akibat kebakaran, belum bisa kita pastikan,” imbuhnya.

Untuk memadamkan kobaran api, kata dia, pihaknya mengerahkan dua unit mobil pemadam kebakaran pada saat kejadian.

Sementara itu, Deden, salah seorang warga yang menjadi saksi mata pada saat kejadian menerangkan, saat diselamatkan warga, korban dalam keadaan sudah tak sadarkan diri. “Korban (Ridwan) sempat berteriak minta tolong. Melihat ada kobaran api itu, warga spontan langsung berdatangan memadamkan api, sedangkan korban juga sibuk menyelamatkan barang-barangnya. Karena semua panik, kita akhirnya nggak sempat melihat korban yang saat itu sudah tergeletak di dalam ruangan sekolah,” katanya. (Devi Krisna)