Keberadaan Puluhan Tiang Listrik di Jalan Ki A Jurum Membahayakan

Para pengendara melintas di ruas Jalan Ki A Jurum yang masih dalam tahap finishing dalam proyek betonisasi yang dilakukan Pemprov Banten, Cipocokjaya, Kota Serang, Kamis (8/12).

SERANG – Puluhan tiang listrik di Jalan Ki A Jurum, Kecamatan Cipocokjaya, membahayakan pengguna jalan. Tiang listrik itu berada di tengah jalan yang baru selesai dibangun Dinas Bina Marga dan Tata Ruang (DBMTR) Banten.

Pantauan Radar Banten, pengerjaan peningkatan jalan itu menyisakan pekerjaan pemindahan tiang listrik. Selain berada di tengah jalan, ada juga tiang listrik yang berada di sisi kiri, tapi bukan di pinggir jalan. Akibatnya, keberadaan tiang listrik itu justru mengganggu.

Manajer Rayon PT PLN Serang Kota Cepi Tryana mengungkapkan, pemindahan tiang listrik itu tak mudah dilakukan. “Apalagi, kami hanya diberitahu tiga bulan sebelum pembangunan jalan,” tandas Cepi, Kamis (8/12).

Padahal, untuk pemindahan tiang listrik, juga dibutuhkan anggaran yang tak sedikit. Untuk itu, tambah Cepi, pihaknya harus mengajukan anggaran dulu ke pusat untuk pemindahan puluhan tiang listrik tersebut.

Selama ini, ia mengungkapkan, koordinasi pemerintah daerah ke PLN kurang terkait peningkatan jalan. Padahal, apabila mempunyai rencana pembangunan jalan yang berdampak pada keberadaan tiang listrik, PLN diajak bicara. “Kan kalau dadakan, kami sulit,” ujarnya.

Namun, saat ini pihaknya mulai mengerjakan apa yang dapat dikerjakan. Apalagi, pemindahan puluhan tiang listrik yang jaraknya berdekatan itu tak bisa dilakukan dalam hitungan satu dua hari. “Pemadaman satu hari pun hanya bisa untuk beberapa tiang saja,” terangnya.

Bukan hanya soal anggaran, Cepi mengatakan, lokasi penempatan tiang listrik yang baru juga tak disediakan pemerintah daerah. Apabila pihaknya menentukan sendiri titik tiang, kerap dikomplain DBMTR dan warga.

“Setelah jalan ada trotoar, lalu drainase, kemudian mepet ke rumah warga. Tidak ada space untuk tiang. Padahal, seharusnya diberikan space,” tandasnya. Namun, apabila tak ada space, pihaknya akan membangun tiang baru dekat trotoar. Untuk pemindahan tiang, PLN juga masih menunggu pembangunan drainase yang belum rampung.

Kata dia, mulai dari pertigaan Karundang sampai perempatan Boru, ada sekira 80 tiang. “Sekarang kan yang baru dibangun setengahnya. Kami berharap yang dari pertigaan Cipocok sampai Boru ada koordinasi yang baik, sehingga tak terjadi seperti sekarang,” ujar Cepi.

Sekretaris DBMTR Banten Robbi Cahyadi mengakui keberadaan tiang listrik di tengah jalan. “Ya betul, baru mau dipindah sama PLN-nya. Kami sudah minta secara resmi ke PLN dari awal proyek,” terangnya. (Rostina/Radar Banten)