Kebersihan dan Keamanan Jadi Satu Paket Penilaian

0
534 views

CIPOCOKJAYA – Penilaian kebersihan dan keamanan menjadi satu paket dalam Lomba Resik Lan Aman (LRLA) Kota Serang 2020. Lomba diikuti oleh 402 rukun tetangga (RT). Tujuannya, mengembalikan tradisi gotong royong di lingkungan masyarakat.

Ya, Pemkot Serang tak mau ketinggalan oleh Pemkab Serang dengan Lomba Kampung Bersih dan Aman (LKBA)-nya. Di ibukota Provinsi Banten ini, lomba kebersihan dan keamanan lingkungan tingkat RT bakal dimulai April mendatang.

Tahap awal LRLA, sosialisasi dan workshop digelar di aula kantor Kecamatan Cipocokjaya, kemarin (14/2). Direktur Radar Banten dan Banten TV Mashudi menyampaikan, ada enam kategori yang dilombakan. Yaitu, lingkungan paling berbunga, lingkungan terinovatif, lingkungan paling hijau, partisipasi masyarakat terbaik, kelompok pemuda penggerak lingkungan, dan kelompok penggerak sadar hukum.

“Jadi, LRLA ini lombanya satu paket. Kampung paling hijau misalnya, belum tentu bagus penilaiannya kalau dari sisi keamanannya jelek,” kata Mashudi di hadapan peserta Sosialisasi dan Workshop LRLA Kota Serang 2020. Yakni, para lurah dan ketua RT se-Kecamatan Cipocokjaya. Kasi Orsosmas Ditbinmas Polda Banten AKBP Alimuda Pulungan dan Camat Cipocokjaya Mamat Rahmat mendampingi Mashudi.

Jika menilai sejauh mana keterlibatan masyarakat dalam mewujudkan kampung resik lan aman, Mashudi pun menegaskan, peran serta masyarakat menjadi penilaian utama dalam pelaksanaan LRLA.

“Kami sadar betul jika menghasilkan sesuatu yang baru memang sulit. Maka dari itu, kalau misalnya masyarakat yang terlibat sedikit, pasti akan rendah nilainya,” terangnya.

“Sebetulnya, menjaga kebersihan lingkungan dan keamanan ini sudah dilakukan semua. Ini menjadi tolok ukur dan motivasi semuanya. Untuk melakukan itu, kesulitannya adalah mengajak warga,” sambung Mashudi.

Patut diketahui, penilaian enam kategori LRLA akan dimulai April hingga Agustus 2020. Juri akan melakukan penilaian terbuka dan tertutup. Penilaian terbuka dilaksanakan dalam dua tahap.

Melalui program ini, kata Mashudi, diharapkan tidak ada lagi masyarakat, ketua atau pengurus RT, lurah, dan pihak lain yang saling menyalahkan terkait permasalahan di lingkungan masyarakat. “Sehingga, kita bisa mewujudkan kampung kita yang bersih dan nyaman. Jadi, itu yang nanti bisa kita lakukan bersama-sama,” tandasnya.

Sementara, AKBP Alimuda Pulungan dalam pemaparannya mengatakan, lingkungan yang aman adalah hal mendasar pada ketiadaan pelanggaran hukum serta tindak pidana di lingkungan. “Ini merupakan tugas para aparatur pemerintah dalam mengajak masyarakat untuk tidak melanggar undang-undang, khususnya di lingkungan RT masing-masing. Sehingga, masyarakat bisa beraktivitas dengan aman di lingkungan masing-masing,” tuturnya.

Alimuda melihat, para ketua RT di Cipocokjaya semangat dan antusias mengikuti LRLA 2020. Ia pun berharap, masyarakat tidak ada yang melanggar hukum, terutama tindak pidana seperti menjual minuman keras, mengedarkan dan menggunakan narkoba, serta tawuran pelajar.

“Maka dari itu, masyarakat dapat meningkatkan kreativitasnya (dalam menjaga keamanan lingkungan-red),” katanya. “Di Kecamatan Cipocokjaya, banyak beberapa program inovatif. Maka dari itu, seluruh aspek dari pemerintah dan masyarakat saya harapkan bisa bergerak bersama-sama membangkitkan gotong royong yang sudah mulai pudar,” sambung Alimuda.

Pada bagian akhir, Mamat Rahmat meminta, seluruh aspek masyarakat di lingkungan RT bisa bergerak bersama-sama menata lingkungannya sesuai indikator penilaian LRLA. Di antaranya, keamanan, kesehatan, dan sosial.

“Mudah-mudahan, kegiatan ini menjadi motivasi masyarakat dalam hal kebersihan dan keamanan lingkungan,” harap Camat Cipocokjaya itu.

Terlebih, Mamat mengutarakan, beberapa program kegiatan inovasi masyarakat telah dilaksanakan sebelum program LRLA digulirkan. Salah satu program yang sejalan dengan LRLA adalah Gerakan Dua Ribu untuk Jamban Keluarga (Gardu Jaga).

“Tujuannya sama, bagaimana bisa menggerakkan kembali tradisi gotong royong yang memudar,” pungkas Mamat. (fdr-dylan zetizen/don/ira)