Kebocoran Gas Lalu Korsleting Listrik, Kapal Meledak 5 Pekerja Tewas

AKP Dadi Permana Putra

CILEGON – Lokasi kecelakaan kerja akibat ledakan di Galangan Kapal PT Krakatau Shipyard telah dilakukan olah TKP oleh Puslabfor Mabes Polri pada Sabtu (12/8).

Dari hasil penyelidikan, diungkapkan oleh Kasat Reskrim Polres Cilegon AKP Dadi Permana Putra, kecelakaan kerja yang menewaskan lima orang tersebut akibat adanya kebocoran gas yang memenuhi ruang kapal. Pemicu terjadinya ledakan lantaran korsleting aliran listrik.

“Kita koordinasi dengan Puslabfor Mabes Polri, sudah ditindaklanjuti. Kurang lebih ada lima barang bukti yang kita amankan. Salah satunya alat pengelas dari dalam lambung kapal,” ujarnya saat dihubungi melalui telepon selular, Senin (14/8).

Ia mengaku masih melakukan penyelidikan dari para saksi apakah kecelakaan kerja tersebut ada unsur kelalaian atau tidaknya. Saat ini pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap tiga saksi.

“Kita belum tahu pasti, karena saksi juga masih ada yang sakit. Tapi berdasarkan keterangan mandor (saat ledakan) lagi ada kegiatan dan dua orang ada di lambung kapal. Kalau untuk itu (dugaan kelalaian) belum dapat kita simpulkan, karena masih belum lengkap pemeriksaannya,” tuturnya.

Sebelumnya diberitakan oleh Radar Banten Online, Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut Bay Mokhamad Hasani mengungkapkan pengerjaan kapal Kendhaga Nusantara 14 yang memakan korban jiwa di Pulo Ampel, Kabupaten Serang, tersebut merupakan kerjasama operasi dari dua galangan kapal antara PT Krakatau Shipyard dan PT Dok dan Perkapalan Kodja Bahari di Tanjung Priok, Jakarta.

“Rencana (pengerjaan) itu berakhir di bulan November 2017. Kapal ini pesanan dari Kementerian Perhubungan untuk angkutan laut perintis,” ucapnya. (Riko Budi Santoso/rikosabita@gmail.com)